Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Mendagri Ingin Bupati Mandailing Natal Lanjutkan Jabatannya

Rabu 24 Apr 2019 15:56 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andri Saubani

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Foto: Antara/Didik Suhartono
Beredar kabar Bupati Mandailing Natal mundur setelah Jokowi-Maruf kalah di daerahnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution untuk terus melanjutkan jabatannya. Hal ini akan disampaikannya saat bertemu dengan Dahlan Hasan pada pekan depan.

"Arah saya mungkin seyogiyanya yang bersangkutan terus melanjutkan tugasnya sebagai bupati, arahnya nanti kalau ketemu, mudah-mudahan minggu depan ketemu," kata Tjahjo di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (24/4/).

Selain itu, rencana pertemuannya dengan Dahlan nanti dilakukan untuk menjelaskan mekanisme pengunduran diri. Menurutnya, surat yang dikirimkan langsung ke Mendagri bukan merupakan mekanisme yang tepat.

Mekanisme pengunduran diri bupati haruslah melalui DPRD terlebih dahulu. Kemudian, hasil keputusan dari DPRD diserahkan kepada gubernur dan kemudian kepada Mendagri.

"Dirjen kami sudah komunikasi dengan pemda Sumatra Utara sebentar lagi akan kami undang. Pada prinsipnya saya akan menjelaskan mekanisme pengunduran diri," jelasnya.

Kendati demikian, menurutnya, keputusan pengunduran diri tersebut merupakan hak Dahlan. Namun, alasan pengunduran diri haruslah disampaikan secara jelas sehingga tak menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

Sebelumnya, muncul surat Bupati Mandailing Natal Dahlan Hasan Nasution di dunia maya menyatakan mundur dari jabatannya. Surat pengunduran diri tersebut ditujukan kepada Presiden Joko Widodo. Kabarnya, pengunduran diri Bupati Dahlan akibat gagal memenangkan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Jokowi - Maruf di Pilpres 2019.

photo

surat pengunduran diri bupati mandailing natal

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA