Rabu, 16 Syawwal 1440 / 19 Juni 2019

Rabu, 16 Syawwal 1440 / 19 Juni 2019

Moeldoko: Pertemuan Jokowi dan Prabowo akan Ada Momentumnya

Rabu 24 Apr 2019 15:04 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Teguh Firmansyah

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko di Ballrom Hotel Kempinski, Jakarta, Sabtu (19/1).

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko di Ballrom Hotel Kempinski, Jakarta, Sabtu (19/1).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Moeldoko meminta masyarakat untuk menunggu waktu rekonsiliasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menyatakan akan ada momentum rekonsiliasi antara kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden. Ia meminta masyarakat untuk menunggu waktu rekonsiliasi tersebut terjadi.

Baca Juga

"Itu nanti akan ada momentumnya. Kita tunggu saja," ujar Moeldoko usai mengikuti rapat koordinasi khusus di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (24/4).

Moeldoko tak dapat memastikan rekonsiliasi itu akan dilakukan mendekati hari raya Idul Fitri atau tidak. Ia hanya meminta seluruh pihak untuk menunggu momentum yang akan membuat keseimbangan baru itu.

"Sekali lagi akan ada momentumnya, nanti pasti ketemu keseimbangannya. Keseimbangan baru akan ketemu," terangnya.

Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo, menilai, pertemuan antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto akan dapat mengecilkan keterbelahan di tengah masyarakat saat ini. Untuk itu, diperlukan keikhlasan kedua belah pihak agar pertemuan tersebut dapat terjadi.

"Kita tidak bisa paksakan. Kalau bisa, akan sangat bagus sekali karena itu akan meredamkan suhu polarisasi pada masyarakat," jelas Agus usai konferensi pers di Lemhannas RI, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/4).

Agus mengatakan, pertemuan antarkandidat pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 itu tidak bisa dipaksakan. Agar pertemuan tersebut dapat terjadi, kata dia, diperlukan kesadaran atas kesetiaan dan keikhlasan kedua orang tersebut. "Itu akan kembali berpulang pada kesetiaan dan keikhlasan beliau-beliau berdua. Nggak bisa dipaksakan," ujar dia.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA