Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Ini Hasil Pertemuan Prabowo dengan Tokoh Nasional

Rabu 24 Apr 2019 06:01 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah).

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Pertemuan dihadiri tokoh nasional dan sejumlah ulama,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, pertemuan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto dengan para ulama dan tokoh nasional pada Selasa (23/4) malam, membahas berbagai permasalahan pelaksanaan Pemilu 2019. Pertemuan menyimpulkan pemilu jauh dari yang diharapkan.

"Kesimpulan pertemuan tadi, Pemilu 2019 berlangsung jauh dari yang diharapkan karena banyak kecurangan terjadi di hadapan masyarakat," kata Muzani usai pertemuan di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Selasa malam.

Dia mengatakan para tokoh dan ulama yang hadir menyayangkan pelaksanaan Pemilu 2019 "memakan" korban yaitu petugas KPPS meninggal saat menjalankan tugasnya.

Hal itu menurut dia, di satu sisi ada duka cita yang mendalam namun di sisi lain timbul pertanyaan mengapa bisa 100 orang penyelenggara Pemilu meninggal.

"Artinya KPU tidak hati-hati dalam mempersiapkan beban tugas para penyelenggara Pemilu sehingga mereka kelelahan dan akhirnya meninggal. Dan berdasarkan informasi masih ada ratusan yang dirawat di rumah sakit," ujarnya.

Selain itu menurut Muzani, para ulama dan tokoh tersebut terus mengumpulkan dan mencatat semua bentuk dugaan kecurangan Pemilu dan mengamankan C1.

Dia mengatakan, BPN Prabowo-Sandi terus mengumpulkan dan mentabulasi berbagai bentuk dugaan kecurangan Pemilu karena para relawan dan pendukung terus memberikan bukti-bukti.

"Para tokoh-tokoh ini memiliki banyak pengikut, ada yang datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Madura dan Sumatera," katanya.

Selain itu menurut dia, dalam pertemuan itu Prabowo mengingatkan bahwa kedaulatan rakyat adalah hal yang harus dijunjung tinggi dalam negara demokrasi.

Menurut dia, rakyat telah menyampaikan kedaulatannya pada 17 April lalu, karena itu kedaulatan rakyat harus diselamatkan jangan sampai diinjak-injak.

"Ini bagian dari upaya menyelamatkan masa depan bangsa dan negara. Namun semua proses itu harus dilakukan dengan cara-cara yang damai," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA