Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

BPN Klaim Kesulitan Dapatkan Data C1 dari Kandang Banteng

Rabu 24 Apr 2019 00:03 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andri Saubani

Tim Ruang Sandi menyerahkan 10 ribu foto C1 kepada direktur relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ferry Mursyidan Baldan di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Selasa (23/4).

Tim Ruang Sandi menyerahkan 10 ribu foto C1 kepada direktur relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Ferry Mursyidan Baldan di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Selasa (23/4).

Foto: Republika/Ali Mansur
BPN mencurigai ada kecurangan pada Pemilu 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Relawan Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02, Ferry Mursyidan Baldan, mencurigai adanya kecurangan terstruktur sistematis dan masif pada Pemilu 2019. Mulai tidak netralnya, petugas kelompok panitia pemungutan suara (KPPS), hingga salah input data C1. Ferry mencurigai bahwa ada kecurangan ini dilakukan.

Tak hanya itu, pihaknya mengklaim sangat kesulitan untuk mendapatkan data C1 dari lumbung suara PDI Perjuangan alias kandang Banteng, di Jawa Tengah. "Kami kesulitan mendapatkan C1 dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.  Pada hari H seolah macet laporan di Jateng, Jatim. Seolah nggak bisa keluar. Semuanya terhambat," ujat Ferry di Media Center Prabowo-Sandi, Sriwijaya, Jakarta Selatan, Selasa (23/4).

Kendati demikian, Ferry tetap meminta kepada relawan untuk bisa melaporkan dugaan tindak kecurangan yang terjadi saat penghitungan suara. Apalagi sampai detik ini, masih ada laporan rekapitulasi dilakukan tidak terbuka, tidak ada saksi, jauh dari azas Pemilu yang luber dan jurdil.

"Jadi nanti, tolong catatkan di kecamatan mana kejadiannya, tempat mana peristiwanya. Itu kan jadi merusak Pemilu ini," ucap Ferry.

Oleh karena itu, Ferry meminta agar para relawan dan masyarakat umum tidak hanya berhenti menggunakan hak suaranya, tapi juga mengawal jalannya penghitungan suara hingga tuntas. Di antaranya dengan mengawal formulir C1 plano Apalagi tingkat partisipasi masyarakat sangat tinggi dalam mengawal Pemilu 2019. Apalagi saat ini masyarakat sudah lebih pintar dan melek politik.

"Partisipasi masyarakat sekarang cukup tinggi. Mereka juga ikut mengawal seperti merekam, memotret. Pada KPU kita menyerukan supaya kembali pada suara masyarakat sebagaimana aslinya sebagaimana adanya secara jujur," tutur Ferry.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA