Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Hashim: Prabowo Minta BPN Kedepankan Sikap Konstitusional

Senin 22 Apr 2019 21:07 WIB

Rep: Bambang Noroyono, Dessy Suciati Saputri/ Red: Andri Saubani

Adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusmo (kiri) dan Prabowo Subianto.

Adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusmo (kiri) dan Prabowo Subianto.

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Sikap konstitusional dikedepankan dalam menyikapi dugaan kecurangan pada Pemilu 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno, memastikan penggunaan jalur konstitusional terkait indikasi kecurangan dalam Pilpres 2019. Direktur Media dan Informasi BPN 02, Hashim Djojohadikusomo menegaskan, amanah Prabowo-Sandiaga agar para pendukung dan relawannya, menampilkan situasi yang sejuk dan tentram menyikapi ragam indikasi kecurangan dalam Pilpres 2019.

“Pak Prabowo, sudah menyampaikan berkali-kali agar kita di BPN mengedepankan sikap yang konstitusional. Saya kira itu tidak perlu diragukan lagi,” ujar Hashim di Jakarta, Senin (22/4).

Baca Juga

Pernyataan Hashim itu menyanggah sejumlah tudingan yang dialamatkan kepada Prabowo-Sandiaga yang akan berbuat provokasi massa, jika hasil Pilpres 2019 kembali memenangkan paslon pejawat Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin. Hashim menerangkan, saat ini BPN 02 menyatakan diri sebagai pemenang Pilpres 2019 dengan keterpilihan 62 persen.

Meskipun, kata dia, terjadi indikasi dan dugaan kecurangan untuk mengeliminasi klaim kemenangan tersebut. Hashim meyakini, meski kecurigaannya itu terjadi, Prabowo-Sandiaga menegaskan, agar menghadapi situasi tersebut dengan cara-cara yang konstitusional.

Karena itu, Hashim menerangkan, pada Sabtu (20/4), BPN sudah resmi melayangkan surat permintaan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), pun juga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), agar memeriksa dan menindaklanjuti 1.261 laporan indikasi kecurangan selama pemungutan suara Pilpres 2019 yang terjadi di seluruh Indonesia. Menurut dia, laporan kepada KPU dan Bawaslu tersebut, menjadi bukti jalur konstitusional yang dilakukan oleh Prabowo-Sandiaga.

“Kepada para pendukung dan relawannya, baik Pak Prabowo dan Pak Sandiaga, juga berkali-kali berpesan, agar tetap sejuk dan tidak terpancing dengan provokasi pihak-pihak lain,” sambung dia.

Namun Hashim mengatakan, agar aksi-aksi yang konstitusional juga dilakukan kepada pihak lain. Termasuk bagi para pendukung dan relawan paslon pesaing Jokowi-Maruf. Karena, menurut Hashim, terang saat ini paslon Prabowo-Sandiaga sebagai korban dari praktik culas dalam pemilu.

“Kita kan sama-sama ingin pilpres ini, jujur, transparan, dan adil. Tetapi kami menilai sekarang, tidak jujur, tidak adil, tidak transparan,” ujar dia. Ragam kecurangan yang terjadi sepanjang penyelenggaraan Pilpres 2019, kata Hashim sampai hari ini masih terasa.

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto meminta agar dugaan kecurangan pemilu agar diselesaikan melalui jalur hukum. Ia mengimbau agar masalah ini tak diselesaikan sendiri dan menyalahi undang-undang yang berlaku.

Masalah kecurangan pemilu ini, kata dia, dapat diselesaikan melalui lembaga yang berwenang yakni Mahkamah Konsitusi. "Tapi jangan diselesaikan sendiri. Jangan kemudian diselesaikan di lapangan. Itu namanya sudah menabrak undang-undang, menabrak undang-undang yang mengatur keamanan dan ketertiban masyarakat," jelas Wiranto di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (22/4).

Wiranto berpendapat, isu kecurangan selalu ada di setiap penyelenggaraan pemilu, baik pemilu pada 1999, 2004, maupun 2014. Kendati demikian, masalah-masalah tersebut diselesaikan melalui jalur hukum yang ada.

Ia menambahkan, masyarakat dapat memberikan pendapatnya terkait dugaan kecurangan pemilu maupun melakukan klaim kemenangan. Namun, harus sesuai dengan aturan yang ada dan tidak mengganggu ketertiban umum.

"Selama itu tidak melanggar hukum selama itu dilakukan dan tidak mengganggu ketertiban masyarakat itu silakan saja," imbuhnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA