Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Polri: 15 Polisi Gugur Selama Bertugas di Pemilu 2019

Senin 22 Apr 2019 17:58 WIB

Red: Andri Saubani

[ilustrasi] Sejumlah anggota kepolisian memanggul logistik Pemilu serentak 2019 melintasi hutan menuju Dusun Buntan di Desa Bungkang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa (16/4/2019).

[ilustrasi] Sejumlah anggota kepolisian memanggul logistik Pemilu serentak 2019 melintasi hutan menuju Dusun Buntan di Desa Bungkang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa (16/4/2019).

Foto: Antara/Agus Alfian
Kebanyakan anggota polisi gugur karena kelelahan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Sebanyak 15 personel Polri dinyatakan gugur selama penyelenggaraan Pemilu 2019. Para anggota kepolisian tersebut, meninggal dunia saat menjalankan tugas memastikan pesta demokrasi berjalan aman dan tertib.

Baca Juga

Mabes Polri memastikan kenaikan pangkat bagi para anggotanya yang meninggal dunia saat bertugas tersebut. Juru Bicara Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo menerangkan, pekan lalu tercatat ada 10 anggotanya yang gugur. Tetapi sampai pencatatan pada Senin (22/4), bertambah lima anggotanya yang meninggal dunia.

“Kebanyakan anggota (kepolisian) ini, gugur karena kelelahan. Memang pemilu ini tugas berat untuk kita semua,” ujar dia di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (22/4).

Dedi menerangkan, 15 personelnya yang gugur tersebut kebanyakan dari luar Jawa. Ada sejumlah nama yang meninggal dunia dari satuan kepolisian Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Barat (Jabar). Tetapi paling banyak dari kawasan Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Selatan (Kalsel), serta Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Di Sumatra Utara (Sumut), juga ada.

“Masalah geografis di wilayah-wilayah luar Jawa, memang sangat menguras tenaga. Makanya banyak (yang meninggal dunia) di luar Jawa. Sangat berat bagi mereka,” sambung Dedi.

Menurut Dedi, para personel kepolisian tersebut, bukan cuma memastikan pemilu di daerah pengamanan masing-masing berjalan aman dan lancar. Tetapi, kata dia, personel kepolisian juga dituntut untuk memastikan logistik pemilu sampai di tempat-tempat pemungutan suara (TPS) yang jumlahnya mencapai 810 titik.

“Untuk mereka yang gugur ini, akan dipastikan kenaikan pangkat. Dan Kapolri sudah memestikan untuk mendapatkan santunan, dan perpanjangan bulanan (gaji),” sambung Dedi.

Perwira polisi berpangkat bintang satu itu, pun memberikan catatan nama-nama 15 anggota kepolisian yang gugur selama penyelenggaraan Pemilu 2019, pada 17 April sampai Senin (22/4). Berikut nama dan pangkat mereka yang gugur:

  1. Aiptu M. Saepudin, Bhabinkamtibmas Cilengkrang, Polsek Cileunyi
  2. Aiptu M. Supri, anggota Polresta Sidoarjo
  3. AKP Suratno, Panit Subdit II Ekonomi Ditintelkam Polda Kaltim
  4. Brigadir Prima Leion Nurman Sasono, anggota Polsek Cerme, Polres Bondowoso
  5. Bripka Ikhwanul Muslimin, personel Polres Lombok Tengah, Polda NTB
  6. Aipda Stefanus Pekuwali, anggota Polres Kupang, NTT
  7. Brigadir Arip Mustaqim, anggota Brimob Cikarang, Polda Metro Jaya
  8. Ipda Paulus Kenden, Polres Tanah Toraja, Polda Sulsel
  9. Brigjen Syaiful Zachri, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri
  10. Aiptu Jonter Siringo-Ringo, Polres Dairi, Polda Sumut
  11. Bripka Mashadi, Polres Indramayu, Polda Jabar
  12. Biro Operasi Polda Kalsel Arie Adrian Winatha
  13. Ipda Totok Sudarto, Polres Berau, Polda Kaltim
  14. Aiptu Daniel Mota, Polres Belu, Polda NTT
  15. Bripka Yustinus Petrus Mangge, Polres Ende, Polda NTT




sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA