Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Sandiaga Minta Pendukungnya Kawal Penghitungan Suara

Senin 22 Apr 2019 16:42 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno.

Calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno.

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Sandiaga meminta pendukungnya mengedepankan prinsip keterbukaan dan kejujuran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan sampai saat ini proses penghitungan masih terus berlangsung. Ia meminta kepada seluruh relawan dan pendukungnya untuk mengawal proses penghitungan. 

"Saya ingin sampaikan mari kita jaga bersama-sama prosesnya agar suara rakyat terus terjaga dan terkawal jangan sampai ada yang tercecer satupun juga," kata Sandiaga di Media Center Prabowo-Sandiaga, Senin (22/4).

Baca Juga

Selain itu, eks wakil gubernur DKI Jakarta itu mengaku bahwa dirinya telah bekerja cerdas dengan menyampaikan narasi ekonomi dengan mengunjungi 1.567 titik kunjungan selama kampanye. Dalam kesempatan itu, Sandiaga meminta kepada pendukungnya untuk membantu mengawal dan memonitor input data suara.

Ia mengingatkan agar pekerjaan tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip keterbukaan, integritas, dan kejujuran. "Prabowo Sandi percaya KPU dan Bawaslu akan selalu mengedepankan prinsip-prinsip keterbukaan integritas profesionalisme dan kejujuran," ucap suami Nur Asia Uno itu

Sandiaga juga menegaskan perjuangannya dan Prabowo bukan semata-mata hanya menang atau kalah. Namun, menurutnya, perjuangan dirinya dan Prabowo saat ini adalah adalah untuk menghadirkan perubahan menuju Indonesia adil makmur. 

"Kita juga berjuang untuk perubahan agar demokrasi kita berkualitas, demorkasi yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, demokrasi yang mengedepankan semangat saling menghormati, non intervensi, jujur, adil dan bebas dari kecurangan," jelasnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA