Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

Selasa, 22 Syawwal 1440 / 25 Juni 2019

Dahnil: Rekonsiliasi Itu Kalau Ada Konflik, Ini tidak Ada

Senin 22 Apr 2019 14:18 WIB

Red: Andri Saubani

Jubir BPN 02 Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Anggota tim Pemenangan Prabowo-Sandi menyampaikan keterangan di Kartenegara, Jakarta, Rabu (17/4).

Jubir BPN 02 Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Anggota tim Pemenangan Prabowo-Sandi menyampaikan keterangan di Kartenegara, Jakarta, Rabu (17/4).

Foto: Republika/Prayogi
BPN Prabowo-Sandi memilih fokus pada rekapitulasi suara dari form C1 plano.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak mengomentari banyaknya imbauan berbagai pihak agar terjadi rekonsiliasi pasca-Pilpres 2019. Dia menilai rekonsiliasi dilakukan kalau terjadi konflik, namun saat ini tidak ada konflik, yang ada adalah perdebatan terkait perbedaan hasil.

"Perdebatan itu biasa saja dalam setiap kompetisi. Jadi rekonsiliasi itu bisa dilakukan kalau ada konflik, ini tidak ada," kata Dahnil, di Media Center Prabowo-Sandi, Jakarta, Senin (22/4).

Baca Juga

Dahnil menegaskan, fokus Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi saat ini adalah rekapitulasi suara yang ada dalam form C1 plano. Tujuannya agar tidak terjadi kecurangan.

"BPN Prabowo-Sandi fokus mengawal C1, dan kami sedang mengumpulkan banyak sekali fakta (kecurangan) yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM)," kata Dahnil.

Dia menilai situasi yang 'panas' di masyarakat pasca-pencoblosan suara disebabkan masyarakat melihat adanya kecurangan yang sifatnya TSM. Menurut dia, BPN Prabowo-Sandi terus bekerja memastikan akumulasi suara Prabowo-Sandi terakumulasi dengan benar dan akan menyampaikan fakta-fakta dugaan kecurangan pemilu yang berlangsung secara TSM.

"Silakan saja TKN Jokowi-Maruf melakukan analisis hasil real count kami, itu artinya mereka sangat peduli dan khawatir. Namun yang pasti, kami sedang proses pengumpulan C1, jadi ketika mereka menganalisa, mau menggunakan data mana," ujarnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA