Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kamis, 25 Safar 1441 / 24 Oktober 2019

Kiai Maruf Dinilai Solidkan Suara Nahdliyin di Pilpres 2019

Ahad 21 Apr 2019 23:30 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Andri Saubani

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Maruf Amin memberikan orasi politiknya saat kampanye akbar di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (9/4/2019).

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Maruf Amin memberikan orasi politiknya saat kampanye akbar di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (9/4/2019).

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Masih ada anggapan Kiai Maruf Amin tak berkontribusi atas kemenangan Jokowi-Maruf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdasarkan penghitungan cepat, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-KH Maruf Amin dapat dipastikan memenangkan kontestasi Pilpres 2019. Namun, sayangnya masih ada anggapan bahwa Kiai Maruf tidak berkontribusi dari kemenangan itu.

Menanggapi hal itu, putra Kiai Maruf, Gus Syauqi Ma'ruf Amin tidak setuju dengan anggapan tersebut. Justru, menurut dia, Kiai Maruf telah berperan besar mensolidkan suara warga NU atau nahdliyin di Pilpres 2019.

"Bahkan, warga NU yang kader parpol, mencoblos 01. Jelas suara NU solid karena Abah," ujar Gus Syauqi dalam keterangan tertulisnya, Ahad (21/4).

Dia pun menyayangkan anggapan yang menilai Kiai Maruf tidak berkontribusi terhadap suara Jokowi. Seharusnya, menurut dia, kemenangan pasangan nomor urut 01 dipandang sebagai hasil kerja kolektif.

"Ini patut kita sayangkan. Seharusnya, kemenangan ini dianggap sebagai buah kerja kolektif antara Pak Jokowi dan Abah," ucapnya.

Ketua Dewan Pembina Master C19 Portal KMA ini menjelaskan, untuk meredam gerakan #2019GantiPresiden, juga bukan perkara gampang. Namun, gerakan itu perlahan meredup setelah Kiai Maruf dipilih sebagai cawapres Jokowi.

Selain itu, menurut dia, tidak adil juga jika ada yang mengatakan bahwa kekalahan pasangan nomor 01 di Jawa Barat dan Banten karena Kiai Maruf tidak bekerja. Justru, kata Gus Syauqi, keberadaan mantan Rais Aam PBNU itu yang menyelamatkan suara 01 di daerah tersebut.

"Kang Emil (Gubernur Jabar, Ridwan Kamil) mengatakan, bahwa kekalahan Jokowi di Jabar jauh lebih baik. Artinya, pemilih Jokowi di Jabar ada peningkatan dibandingkan Pilpres 2014," kata putra kelima Kiai Ma'ruf ini.

Karena itu, Gus Syauqi mengimbau agar seluruh elemen pendukung paslon 01 agar tidak ada yang mengklaim paling berkontribusi dalam pemenangan ini. "Alangkah baiknya, kemenangan ini kita klaim buah kerja kolektif. Kita khawatir kalau ada pihak yang main klaim akan merusak kredibilitas pemerintahan nanti," jelas Gus Syauqi.

"Dan yang lebih penting, seluruh pendukung 01 bersabar menunggu hingga keluar pengumuman resmi dari KPU (Komisi Pemilihan Umum)," imbuhnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA