Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Wednesday, 14 Zulqaidah 1440 / 17 July 2019

Sindir Kubu 02, Moeldoko: Real Count Itu Bukan Suka-Suka Gue

Ahad 21 Apr 2019 19:54 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andri Saubani

Moeldoko

Moeldoko

Foto: Antara/Prasetia Fauzani
Moeldoko menegaskan real count hasil pemilu memiliki mekanisme dan standar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Harian Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Jenderal Purn Moeldoko menyatakan ada proses yang mesti dilewati hingga hasil akhir perolehan suara pemilu serentak 2019 bisa diperoleh. Ia menekankan hasil akhir pemilu tak bisa dipermainkan.

Untuk level pemerintah, terdapat KPU yang mengadakan real count. Sedangkan, TKN juga punya real count yang dikerjakan secara internal. Moeldoko meragukan kubu lawan yang mempublikaskan hasil real count internal saja tanpa detail.

Baca Juga

"Real count ada mekanisme kerja, bisa dipertanggungjawabkan, ada standar kerjanya seperti KPU. Bukan suka-suka gue," kata Moeldoko pada wartawan dalam konferensi pers, Ahad (21/4).

Mantan Panglima TNI itu mengatakan real count TKN memegang prinsip keterbukaan. Sehingga hari ini diperlihatkan ruangan dan mekanisme kerjanya pada wartawan. Keterbukaan ini, kata dia, sekaligus berupaya membantah tudingan kecurangan pada TKN.

"Prinsipnya di sini terbuka bagi siapa pun, enggak ada yang perlu disembunyikan. Kita ingin semuanya ter-manage dengan baik, terbuka. Sehingga enggak perlu lagi orang curiga, tanggapan miring," ujarnya.

Selain itu, Moeldoko berharap real count internal akan jadi bahan perbandingan dengan hasil KPU. Dengan demikian, bila terjadi penyimpangan akan bisa dijadikan bahan kroscek.

"Ini sebuah upaya untuk kita bisa koreksi kalau terjadi sesuatu di KPU. Kita bisa tanyakan dimana penyimpangannya, ini sebagai alat kontrol kami. Tidak ada dusta diantara kita," ucapnya.

Sebelumnya, kubu Prabowo 02 sudah mengklaim memperoleh kemenangan lewat hasil hitungan internal mereka. Bahkan, Prabowo sudah tiga kali melalukan konferensi pers soal klaim kemenangannya. Sayangnya, data kemenangan itu tak dipublikasikan pada masyarakat secara rinci.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA