Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

PKS Syukuri Akan Raih Dua Digit Perolehan Suara

Kamis 18 Apr 2019 23:06 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Andi Nur Aminah

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman

Foto: Republika/Riza Wahyu Pratama
Berdasarkan hitung real sementara internal partai, PKS lolos ke parlemen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman menyampaikan pihak akan terus mengikuti proses perhitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Berdasarkan hitung real sementara yang dilakukan internal partai, PKS lolos ke parlemen.

"Kita akan memiliki hasil yang jauh lebih baik dari Pemilu 2014 dan diprediksi insya Allah akan mendapatkan hasil akhir dua digit sebagaimana amanat Musyawarah Nasional," kata Sohibul dalam siaran persnya, Kamis (18/4).

Baca Juga

Perolehan tersebut, kata dia, tentu tidak lain karena karunia dan rahmat dari Allah SWT. Karena itu PKS bersyukur kepada Allah SWT dengan cara bertasbih memuji Allah SWT dan kemudian beristighfar atas kekeliruan dan kekhilafan yang mungkin dilakukan PKS di dalam proses kampanye juga di dalam proses pencapaian perolehan suara.

"Yang kedua, kita ucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Rote sampai Pulau Miangas yang memberikan kepercayaan kepada PKS. Sehingga PKS mendapatkan lonjakan suara yang cukup signifikan," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga berterima kasih kepada habaib, ulama, asatiz dan tokoh masyarakat. Sebab berkat dukungan mereka, kata Sohibul, PKS memperoleh suara yang signifikan. Kemudian berterima kasih kepada seluruh kader, struktur dari pusat sampai ke daerah yang sudah bekerja keras, bekerja ikhlas, bekerja cerdas dan juga bekerja tuntas di dalam memperjuangkan PKS.

Di antara hal yang positif yang dilakukan PKS di tahun 2019 ini bahwa PKS melakukan politik gagasan dengan mengeluarkan empat program yang dibutuhkan oleh masyarakat. Terkait masalah pajak STNK dihapus, SIM seumur hidup, Perlindungan ulama dan juga penghapusan penghasilan di bawah Rp 8 juta

"Tidak lupa bahwa kita juga melakukan kampanye kreatif sehingga kita mendapatkan simpati dari masyarakat, memberikan suasana yang gembira bukan suasana permusuhan bahkan ada program khusus untuk milenial yakni 8 Stories. Ini juga merupakan kampanye yang kreatif," tutup Sohibul. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA