Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Dahnil: Langkah Hukum Terkait Pilpres 2019 akan Didiskusikan

Kamis 18 Apr 2019 17:11 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Andri Saubani

Jubir BPN 02 Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Anggota tim Pemenangan Prabowo-Sandi menyampaikan keterangan di Kartenegara, Jakarta, Rabu (17/4).

Jubir BPN 02 Dahnil Anzar Simanjuntak bersama Anggota tim Pemenangan Prabowo-Sandi menyampaikan keterangan di Kartenegara, Jakarta, Rabu (17/4).

Foto: Republika/Prayogi
BPN Prabowo-Sandi saat ini memastikan pengawalan hasil suara resmi KPU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Belum ada rencana atau langkah hukum dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 jika hasil resmi Pilpres 2019 kembali membuat calon presiden (capres) Prabowo Subianto kalah seperti Pilpres 2014. Juru Bicara BPN Dahnil Anzar mengatakan, saat ini paling penting bagi tim pemenangan Prabowo-Sandiaga Salahudin Uno memastikan pengawalan hasil suara resmi dalam penghitungan di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Baca Juga

“Soal itu (rencana atau langkah hukum jika kalah) akan didiskusikan di tim advokasi,” ujar Dahnil saat disua di markas pemenangan Prabowo-Sandiaga di markas besar BPN Kertanegara IV, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (18/4).

Menurut dia, instruksi dari BPN 02, terang meminta kepada seluruh relawan dan pendukung Prabowo-Sandi beserta kader partai-partai koalisi, sementara ini, hanya fokus untuk memastikan kemenangan dalam hitungan resmi. Meskipun, Dahnil mengatakan, dari hasil hitungan internal, BPN sudah memastikan kemenangan Prabowo-Sandi.

Prabowo usai pemungutan suara Pilpres 2019, pada Rabu (17/4) mengklaim kemenangannya bersama Sandiaga dengan dua metode penghitungan. Versi exit poll internal, Prabowo mengklaim menang dengan angka keterpilihan 62 persen dengan margin error satu persen. Versi quick count internal, Prabowo juga mengklaim kemenangan dia atas 52 persen.

Akan tetapi, versi quick count banyak lembaga survei, menempatkan Prabowo-Sandiaga di angka keterpilihan sekitar 44-45 persen. Klaim Prabowo dari hasil hitung manual para relawan dan pendukungnya di 320 ribu lebih tempat pemungutan suara (TPS). Sementara jumlah TPS versi KPU tak kurang tersebesar sebanyak 813 ribu. Artinya, klaim Prabowo tersebut, sudah mencapai hitungan suara nasional sebesar 40 persen dari jumlah total TPS.

Klaim kemenangan tersebut, kata Dahnil harus dipastikan dengan pengawalan serius di tempat-tempat penghitungan suara daerah. Karena itu, Dahnil, Prabowo meminta para relawan dan pendukung 02, bersama kader-kader partai koalisi Adil Makmur mengawal hasil suara. Terutama, kata dia memastikan pengawalan kemenangan dalam formulir C-1 yang menjadi hasil resmi penghitungan suara di TPS.

Sembari melakukan pengawalan suara, kata Dahnil, BPN tetap melakukan inventarisir masalah dan kejanggalan selama proses pemungutan suara yang merugikan 02. Sebab, kata Dahnil, BPN masih menerima beragam laporan kecurangan pencoblosan.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA