Rabu, 16 Syawwal 1440 / 19 Juni 2019

Rabu, 16 Syawwal 1440 / 19 Juni 2019

Pemantau Myanmar Nilai Pemilu di Indonesia Membingungkan

Kamis 18 Apr 2019 01:15 WIB

Red: Nidia Zuraya

Sejumlah narapidana atau warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) mendaftar sebelum mencoblos hak pilihnya di TPS 51 Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung, Jawa barat, Rabu (27/6).

Sejumlah narapidana atau warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) mendaftar sebelum mencoblos hak pilihnya di TPS 51 Lapas Kelas I Sukamiskin Bandung, Jawa barat, Rabu (27/6).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Delegasi KPU Myanmar turut serta sebagai pemantau asing dalam pemilu di Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemilihan Umum Myanmar U Hla Thein menilai bahwa penyelenggaraan pemilu serentak di Indonesia menghemat waktu. Namun, menurut dia, calon pemilih cukup kebingungan karena banyaknya kertas suara yang perlu dicoblos.

Baca Juga

“Kami melihat kelemahan sistem pemilu serentak ini adalah cukup membingungkan bagi pemilih untuk mencoblos beberapa surat suara dalam satu waktu, namun itu juga jadi kelebihan karena menghemat waktu,” kata Thein kepada Antara di tempat pemungutan suara (TPS) 083 Tambora, Jakarta, Rabu (17/4).

Thein dan tujuh anggota Komisi Pemilihan Umum Myanmar turut serta dalam kegiatan kunjungan pemilu Election Visit Program (EVP) 2019 sebagai pemantau asing, yang diselenggarakan KPU RI.

“Sejauh ini kami melihat sistem pemilu di Indonesia berbeda dengan di negara kami, misalnya, pemilihan parlemen di Myanmar dilakukan terpisah dengan presiden,” kata dia.

Pemilu 2019 di Indonesia menjadi kali pertama pemilihan calon presiden dan anggota legislatif dilakukan secara bersamaan.

Selain mengamati perbedaan sistem penyelenggaraan pemilu di Indonesia dan Myanmar, Thein juga mengomentari pemberian hak pilih kepada disabilitas mental. “Di negara kami, orang-orang dengan disabilitas mental tidak diizinkan untuk ikut memilih."

Sebagai pemantau Pemilu 2019, delegasi penyelenggara pemilu Myanmar menyaksikan pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS) 127 Panti Sosial Bina Laras 3 Grogol dan TPS 083 Tambora di Jakarta Barat, serta penghitungan suara di TPS 010 Kuningan Timur, Jakarta Selatan.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA