Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Indikator: PDIP Gunakan Strategi Jose Mourinho

Kamis 18 Apr 2019 00:12 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Andri Saubani

Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri (tengah) bersama putrinya Puan Maharani (kiri) dan putranya Muhammad Prananda Prabowo (kedua kanan) menunjukkan jarinya yang telah dicelup tinta seusai menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 di TPS 62, Kebagusan, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri (tengah) bersama putrinya Puan Maharani (kiri) dan putranya Muhammad Prananda Prabowo (kedua kanan) menunjukkan jarinya yang telah dicelup tinta seusai menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 di TPS 62, Kebagusan, Jakarta, Rabu (17/4/2019).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Berdasarkan hasil quick count Indikator, PDIP menjadi pemenang Pemilu 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indikator Politik Indonesia (IPI) merilis hasil sementara perolehan suara pileg pada pemilu serentak 2019 pada Rabu, (17/4) sore. Dari perhitungan hingga pukul 17.00 WIB, PDIP menjadi kampiun di antara parpol lainnya.

Associate Researcher IPI, Akhmad Khoirul Umam menilai keunggulan sementara PDIP kali ini terbilang fenomena baru. Menurutnya, belum pernah ada parpol yang unggul dua kali berturut-turut dalam Pileg seusai era reformasi.

"PDIP bisa bertahan dua kali dalam pileg setelah reformasi. Dulu PDIP (1998), Golkar (2004), Demokrat (2009), PDIP (2014) dan sekarang PDIP lagi," katanya usai konferensi pers IPI, hari ini.

Menurutnya, strategi yang digunakan PDIP untuk unggul dalam pileg mirip yang digunakan pelatih sepak bola Jose Mourinho. Caranya, dengan menarik perhatian pada satu tokoh hingga kemudian sisi lainnya tak dilihat publik.

Bila dalam dunia sepak bola, Mourinho menarik perhatian publik padanya ketimbang timnya. Untuk PDIP, perhatian dan isu negatif hanya ditujukan pada kadernya, Joko Widodo (Jokowi). Sedangkan, PDIP secara parpol tak jadi sasaran kritik.

"Unik sepertinya PDIP jadi kayak gunakan strategi Mourinho. Semua kontroversi ditarik ke level pilpres jadi enggak ada koreksi ke parpolnya. Potensi menang besar," ujarnya.

Berdasarkan quick count IPI, PDIP mendapat keunggulan perolehan suara 21,57 persen. Perolehan data sampai saat ini baru mencapai 20,16 persen dan partisipasinya 75,14 persen. Di bawah PDIP yang menjadi kampiun ialah Gerindra di nomor dua (12,17 persen). Selanjutnya, Golkar (11,45 persen), PKB (10,28 persen), Nasdem (9,57 persen), Demokrat (7,81 persen), PKS (6,82 persen), dan PAN (6,19 persen).

Kemudian, sisanya partai dengan perolehan suara di bawah lima persen. Yaitu, PPP (4,8 persen), Perindo (2,66 persen), PSI (1,48 persen), Hanura (1,48 persen), Berkarya (2,08 persen), PBB (0,74 persen), Garuda (0,57 persen), PKPI (0,31 persen) dan Garuda (0,57 persen).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA