Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Sabtu, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Ketua TKN: Usai Pemilu Masyarakat tak Boleh Terpecah

Rabu 17 Apr 2019 20:00 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Bayu Hermawan

Ketua TKN Erick Thohir melakukan pencoblosan dalam Pemilu 2019 di TPS 17, Gudang Peluru, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

Ketua TKN Erick Thohir melakukan pencoblosan dalam Pemilu 2019 di TPS 17, Gudang Peluru, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (17/4/2019).

Erick Thohir mengajak masyarakat kembali bersatu setelah pemilu selesai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK), Erick Thohir mengimbau masyarakat untuk kembali bersatu. Erick mengatakan, seluruh warga negara tidak boleh terus terpecah hanya karena pemilihan umum (pemilu).

"Kita harus segera konsolidasi, dan yang saya dengar sendiri besok, pak Jokowi sudah langsung membuat ratas sebagai presiden," kata Erick Thohir di Jakarta, Rabu (17/4).

Erick mengatakan, artinya Presiden Jokowi segera kembali bekerja usai pemungutan suara. Dia melanjutkan, Jokowi bahkan tetap masuk bekerja meski dia tengah melaksanakan ibadah umroh untuk kemudian menemui Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud.

Erick itu mengatakan, pertemuan tersebut memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk menamnah kuota haji sebanyak 10 ribu. Menurut Erick, penambahan tersebut merupakan hal yang positif untuk rakyat.

Disaat yang bersamaan, Erick juga menyinggung perolehan suara pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin berdasarkan hitung cepat dan exit poll lembaga survei. Dia memimta semua pendukung pasangan calon (paslon) 01 untuk bersama menjaga kemenangan tersebut.

Berdasarkan data terakhir, pada pukul 17.00 WIB, semua lembaga survey mengunggulkan kemenangan bagi paslon 01 ketimbang 02. Lembaga survey Indikator memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin, 54,81 persen,sedangkan Prabowo-Sandi, 45,67 persen, Poltracking 54.96 persen - 45,20 persen, Indobarometer: 54,96 persen- 44,17 persen, LSI Denny JA: 55,21 persen - 44,79 persen. SRMC: 54,80 persen-45,73 persen, dan Litbang Kompas, 54,56 persen - 4-97 persen.

Meski demikian, mantan direktur utama Inter Milan itu meminta semua lihak tidak terlena atas hasil tersebut. Dia meminta masyarakat untuk tetap menunggu hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Tetapi statement dari pak Jokowi sudah jelas, bahwa pemilu sudah berjalan dengan baik, mari kita satukan bangsa kita lagi, karena mesti ingat, persaingan antara Indonesia dan negara-negara di dunia juga terus bersaing," katanya.

Terkait kemenangan, Erick mengaku sebenarnya TKN telah melihat tanda-tanda tersebut sejak, Sabtu (13/4) lalu. Dia mengatakan, massa relawan dan partai yang turun ke Gelora Bung Karno (GBK) saat itu sedikit banyak telah menampakan keunggulan peroleham suara saat ini.

"Saya rasa kita tidak pernah melihat kampanye sebesar itu dalam sejarah, dan ini memang membuktikan rakyat mendukung pak Jokowi," katanya.

Meski demikian, kemenangan itu bukan berarti TKN bisa bersantai. Dia mengatakan, TKN masih harus merampungkan banyak hal lain semisal administrasi, laporan keuangan dan lain sebagainya yang masih harus dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA