Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Hasil Suara Jokowi-Ma'ruf di Solo Capai Target

Rabu 17 Apr 2019 19:27 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Andi Nur Aminah

Capres 02 Jokowi sesaat menggunakan hak suaranya di TPS 008, Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN), Rabu (17/4)

Capres 02 Jokowi sesaat menggunakan hak suaranya di TPS 008, Gedung Lembaga Administrasi Negara (LAN), Rabu (17/4)

Foto: Republika TV/Fian Firatmaja
Paslon 01 rata-rata memperoleh suara di atas 80 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Hasil perolehan suara pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Kota Solo sesuai target yang ditetapkan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf. Paslon 01 memperoleh rata-rata di atas 80 persen suara dari target yang ditetapkan sebesar 80 persen.

Baca Juga

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan, PDIP tidak sekadar membuat target tetapi telah dihitungkan sesuai realitas di Kota Solo. Dia menilai, Indonesia merupakan bangsa besar yang punya keberadaban tinggi dan bangsa yang mengedepankan kemartabatan.

"Setiap kali pemilu, rakyat Indonesia sudah pintar, sehingga memberikan suara kepada yang sudah bekerja adalah ciri dari Bangsa Indonesia," jelasnya saat ditemui wartawan di Markas DPC PDIP Kota Solo, Rabu (17/4) petang.

Dia menjelaskan, di PDIP sudah berjalan sistem sejak 2004. Setiap tempat pemungutan suara (TPS) ada 30 kader. Jika setiap kader membawa tiga pemilih, maka sudah ada 90 suara di TPS tersebut.

"Sekarang suara yang berhasil diperoleh Pak Jokowi sampai saat ini rata-rata di atas 80 persen dari targetnya 80 persen. Karena militansi teman-teman, jadi tercapai. Yelyel Jokowi-Ma'ruf Amin pasti menang ning nyambut gawe (tetapi bekerja, Red)," paparnya.

Dia menambahkan, pada H-1 pemungutan suara, DPC PDIP mengumpulkan para kader juang untuk membagikan daftar pemilih tetap (DPT). Jika ada potensi warga yang tercantum sebagai DPT tidak hadir, maka digerakkan untuk memilih. "Tingkat kehadirannya rata-rata di atas 85 persen. Di tempat saya 91 persen, Pak Jokowi dapat suara 83 persen," ungkapnya.

Menurutnya, karakter PDIP, begitu ada lawan masuk militansi akan makin kelihatan. Karenanya, dia menilai langkah Badan Pemenangan Nasional yang masuk ke Kota Solo salah. "Mau mendirikan 1.000 posko di Solo kami perbolehkan waktu itu. Kami tidak pernah melarang," ujarnya.

Kali itu, di Markas DPC PDIP Kota Solo terlihat kesibukan para kader yang melakukan rekapitulasi hasil perhitungan suara. Puluhan kader menatap layar komputer masing-masing. Pada layar proyektor terlihat, suara yang sudah masuk sekitar 180 ribu, dimana paslon 01 mendapatkan 150 ribu suara dan paslon 02 mendapatkan 30 ribu suara. Jumlah suara yang masuk tersebut kurang dari 50 persen total DPT Kota Solo yang mencapai 422.689 DPT.

Sementara itu, saat //Republika.co.id mencoba menyambangi markas kantor pusat BPN di Jalan Letjen Suprapto di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Rabu sore, pintunya tertutup rapat dan terkunci. Rumah tiga lantai yang dicat hijau tersebut terlihat lengang. Tidak ada tanda-tanda aktivitas di lokasi tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA