Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

Jumat, 22 Zulhijjah 1440 / 23 Agustus 2019

Ribuan WNI Antusias Datangi TPS KJRI Melbourne

Sabtu 13 Apr 2019 07:37 WIB

Red: Agus Yulianto

Ribuan WNI antri melakukan pencoblosan di TPS KJRI Melbourne, Sabtu (14/4)

Ribuan WNI antri melakukan pencoblosan di TPS KJRI Melbourne, Sabtu (14/4)

Foto: Foto: Istimewa
Jarak tempuh yang cukup jauh tak menghalangi diaspora untuk menyalurkan hak suaranya.

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Pemungutan suara melalui TPS KJRI Melbourne, Australia dilakukan pada Sabtu (14/4), bertempat di 72 Queens Road Melbourne Vic 3004. Ribuan diaspora WNI pun terlihat antusias mendatangi TPS KJRI Melbourne, untuk menyalurkan hak suaranya untuk Pemilu Presiden dan Legistatif. Padahal, waktu untuk pencoblosan baru dimulai pukul 09.00 AM - 07.00 PM waktu setempat.

"Wah, antreannya panjang sekali, lebih dari sekiloan. Padahal, saya sudah berangkat dari rumah pukul 05.30 AM. Tapi, tetap saja antreannya panjang sekali," kata Shindy Dwipangesti, a Master’s candidate at Melbourne Law School, asal Kota Cirebon, saat dihubungi Republika.co.id, Sabtu (14/4). 

photo

Salah satu WNI asal Kota Cirebon yang tengah kuliah di Australia, Shindy Dwipangesti menujukan salah satu jarinya yang sudah tercelup tinta. (Foto: Istimewa)

Dikatakan Shindy, saat berangkat menggunakan tram menuju lokasi TPS KJRI atau Consulate General of The Republic of Indonesia in Melbourne 72 Queens Rd, Melbourne VIC 3004, lebih dari setengahnya adalah penumpang asal Indonesia yang hendak menyalurkan hak suaranya. Padahal, jarak tempuh untuk mencapai TPS itu sekitar 45 menit dari tempat tinggalnya. 

"Tapi di hari penconlosan ini, jadinya ramai juga ya orang Indonesia di sini. Jadi, berasa di Indonesia lagi," kata mahasiswi yang sudah setahun lebih menuntut ilmu di Australia ini.

Namun, dia lebih terkejut lagi setelah sampai di lokasi TPS. Pasalnya, sudah ada ribuan orang yang telah mengantri. "Yang lebih aneh antriannya, panjang banget sampai di luar gedung KJRI-nya. Ya, ngantri jadinya," kata Shindy.

Meski harus antri berlama-lama, Shindy dan juga ribuan diaspora itu tetap antusias untuk menyalurkan hak pilihnya. "Ini kan demi masa depan bangsa Indonesia. Semoga dengan pemimpin yang baru dipilih nanti, Indonesia akan lebih maju lagi," katanya. Dia pun tetap merahasiakan pilihannya.

photo

TPS KJRI Melbourne yang terus dipadari pemilih. (Foto: Istimewa)

Seperti diketahui, untuk pemilih yang terdaftar dalam DPT dan DPTb di Australia ini, mereka melakukan pencoblosan pada pukul 09.00 AM - 7.00 PM. Sedangkan pemilih yang terdapar dalam DPK pada pukul 06.00 PM - 07.00 PM. 

Pemilih langsung di PTS wajib membawa paspor dan form A5 (pemilih pindahan). Sementara untuk penghitungan suara akan dilakukan pada pukul 04.00 PM pada Rabu 17 April 2019.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA