Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

IKADI: Jangan Pilih Pemimpin yang Ingkar Janji

Sabtu 13 Apr 2019 16:06 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Achmad Satori Ismail

Achmad Satori Ismail

Foto: ROL/Sadly Rachman
IKADI menyerukan memilih pemimpin yang kuat dan amanah, serta visioner.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (PP IKADI) menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mengikuti pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) pada 17 April 2019. Ikut memberikan suara di Pemilu 2019 artinya bakal mewujudkan Indonesia adil, makmur, dan bermartabat. IKADI menekankan kepada masyarakat untuk tidak memilih pemimpin yang tidak melaksanakan janji kampanyenya.

IKADI mengeluarkan delapan poin sebagai rambu-rambu mengikuti Pemilu 2019. Dari keterangan yang didapat Republika, Ketua Umum PP IKADI, Prof KH Achmad Satori Ismail menuturkan, memilih pemimpin dalam Islam adalah kewajiban. Di antara dalilnya adalah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam; Jika ada tiga orang bepergian, maka mereka wajib mengangkat salah seorang di antara mereka menjadi pemimpinnya (H.R Abu Dawud no. 2609, dan dishahihkan Syekh Albani dalam Shahih Al Jami' Ash Shaghir, no. 763)," kata dia.

Pemilu dalam perspektif Islam merupakan upaya memilih pemimpin atau wakil yang memenuhi kriteria dan syarat ideal, bagi terwujudnya cita-cita bersama sesuai dengan apirasi umat dan kepentingan bangsa. "Ikut berperan aktif dalam menyukseskan pileg dan pilpres dan tidak golput, dengan menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab demi terwujudnya negara Indonesia yang adil, makmur dan bermartabat, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," ucap dia.

Setidaknya, kata dia, ada sejumlah kriteria pemimpin yang wajib dipilih rakyatnya. "Memperhatikan dan mengikuti keputusan: Ijtima' Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Padang Panjang Sumatra Barat tahun 2009, di antaranya adalah wajib memilih pemimpin, dan di antara kriteria pemimpin yang wajib dipilih adalah memiliki sifat shiddiq (jujur dan benar). Ijtima' Komisi Fatwa MUI di Tegal Jawa Tengah tahun 2015, no. 9; Pemimpin publik yang tidak melaksanakan janji kampanyenya adalah berdosa, dan tidak boleh dipilih kembali," kata dia.

Ia berkata berdasarkan Surah Al Qashash: 26, pilihlah pemimpin yang kuat dan amanah, visioner seperti dalam Surah Al Baqarah: 247, mandiri, dan berpihak pada kepentingan bangsa serta peduli pada kehidupan umat seperti diterangkan dalam Surah QS At Taubah: 128. "Serta pilih pemimpin yang mampu menyelamatkan aset-aset bangsa dan negara untuk kemakmuran rakyat (QS Yusuf: 55)," ucap dia.

Selain itu, IKADI juga menyerukan untuk menghindari caci maki antar anak bangsa, dan tidak menampilkan rasa kebencian dan permusuhan yang hanya akan menimbulkan kegaduhan dan kericuhan. atau bahkan konflik horizontal serta dapat memecah belah bangsa Indonesia. IKADI juga mengimbau kepada KPU, Bawaslu, Polri, TNI dan lembaga-lembaga terkait untuk bersikap netral, jujur, adil dan profesional agar dapat terselenggara pileg dan pilpres yang tertib, aman dan bermartabat.

"Mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan ibadah, zikir, dan doa agar bangsa Indonesia dianugerahi Allah ta'ala pemimpin yang dapat mendatangkan kemaslahatan bagi bangsa.  Semoga Allah meridhai ikhtiar dan usaha kita dan mencatatnya sebagai amal shalih yang dapat memberatkan timbangan amal kebajikan kita di hari kiamat. Hasbunallah Wani'mal Wakil."

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA