Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

Survei: PSI, Hanura, dan PBB Masuk Partai Terancam Gagal

Jumat 12 Apr 2019 18:20 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Teguh Firmansyah

Ilustrasi pemilihan umum (Pemilu)

Ilustrasi pemilihan umum (Pemilu)

Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Keenam partai jauh dari ambang batas parlemen sebesar empat persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alvara Center merilis hasil survei mengenai elektabilitas partai politik peserta pemilihan umum (Pemilu) 2019. Alvara Center mendapati sebanyak enam partai terancam gagal melenggang parlemen. Mayoritasnya merupakan partai baru.

Baca Juga

"Dari data kami, partai yang berpeluang tidak lolos ialah PSI, Hanura, Berkarya, PKPI, PBB, dan Partai Garuda," kata CEO Alvara Center Hasanuddin Ali dalam paparannya di Jakarta, Jumat (12/4).

Survei Alvara Center menemukan elektabilitas keenam partai itu berada jauh di bawah ambang batas parlemen sebesar empat persen. Tercatat elektabilitas PSI hanya 0,8 persen. Menyusul berikutnya Hanura (0,6 persen), Berkarya (0,2 persen), PBB (0,2 persen), PKPI (0,2 persen) dan Partai Garuda (0,2 persen).

"Ketika kami kalkulasi dengan margin of error, elektabilitas enam partai ini masih sulit lolos ke DPR. Karena di bawah ambang batas," ujarnya.

Selain enam parpol itu, Survei Alvara Center memprediksi delapan partai berpeluang lolos ke DPR. Alvara menemukan kedelapan partai itu punya elektabilitas di atas empat persen. Rinciannya, PDIP (28,2 persen), Gerindra (19,4 persen), Golkar (8 persen), PKB (6,8 persen), Demokrat (5,7 persen), PKS (5,6 persen) Nasdem (4,2 persen), dan PAN (4,1 persen).

"Terdapat delapan (partai) yang berpeluang besar lolos dengan tiga besar partai dengan elektabilitas tertinggi. Ketiganya ditempati partai nasionalis," ungkapnya.

Lalu bagaimana nasib PPP dan Perindo?. Hasanuddin mengatakan kedua partai itu masih berpeluang lolos walau elektabilitasnya di bawah 4 persen.

"PPP dan Perindo masih memiliki peluang untuk lolos setelah kami kalkulasi dengan margin of error. Masih dapat masing-masing sekitar dua persen suara," ucapnya.

Diketahui, survei Alvara dilakukan dengan metode multi-stage random sampling kepada 2.000 responden yang berusia 17 tahun ke atas yang mempunyai hak pilih. Pelaksanaannya pada 2-8 April 2019 di seluruh Propinsi di Indonesia dengan margin of error 2,23 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA