Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Charta Politika Jelaskan Mengapa Jokowi Kalah di Sumatra

Senin 25 Mar 2019 17:28 WIB

Red: Andri Saubani

Diskusi Menyambut Pemerintahan Jokowi-JK. Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menjawab pertanyaan wartawan seusai menjadi pembicara dalam diskusi menyambut pemerintahan Jokowi-JK di Jakarta, Selaa (21/10).

Diskusi Menyambut Pemerintahan Jokowi-JK. Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya menjawab pertanyaan wartawan seusai menjadi pembicara dalam diskusi menyambut pemerintahan Jokowi-JK di Jakarta, Selaa (21/10).

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Berdasarkan survei Charta Politika, Jokowi unggul di semua wilayah kecuali Sumatra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya mengatakan, berdasarkan hasil survei lembaganya, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf unggul di semua wilayah, kecuali Sumatra. Yunarto mengatakan, elektabilitas Jokowi-Maruf di Sumatra adalah 43,3 persen dan Prabowo-Sandi 48,3 persen.

Baca Juga

"Ada dua faktor mengapa Jokowi-Maruf kalah di Sumatra, yaitu faktor etnis dan dari sektor karet," kata Yunarto dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/3).

Dia menjelaskan, secara sosiologis, pemilih dari etnis Melayu ada kecenderungan memilih Prabowo, sama ketika Pemilu 2014. Selain itu, menurut dia, Jokowi-Ma'ruf memiliki beban baru, yaitu di sektor karet yang harganya sedang turun karena faktor global.

"Di sektor karet, Jokowi mengalami situasi global ketika harga karet di pasar global sedang turun," ujarnya.

Yunarto mengatakan, di delapan provinsi lainnya, Jokowi-Ma'ruf unggul dibandingkan dengan Prabowo-Sandi. Di Provinsi DKI Jakarta dan Banten, Jokowi-Ma'ruf memperoleh elektabilitas 44,2 persen dan Prabowo-Sandi 40 persen.

Di Provinsi Jawa Barat, Jokowi-Ma'ruf 47,4 persen, Prabowo-Sandi 42,3 persen; di Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta, Jokowi-Maruf 68,1 persen, Prabowo-Sandi 18,4 persen.

Di Provinsi Jawa Timur, Jokowi-Ma'ruf 56,9 persen, Prabowo-Sandi 30,9 persen; di Provinsi Bali, NTB, dan NTT, Jokowi-Ma'ruf 64,5 persen, Prabowo-Sandi 28,2 persen; di Kalimantan, Jokowi-Ma'ruf 58,4 persen, Prabowo-Sandi 32,8 persen.

Di Pulau Sulawesi, Jokowi-Ma'ruf 53,6 persen, Prabowo-Sandi 33,6 persen; di Maluku dan Papua, Jokowi-Ma'ruf 57,1 persen, Prabowo-Sandi 32,9 persen.

Survei Charta Politika tersebut dilakukan dari 1-9 Maret 2019 dengan melakukan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuesioner terstruktur terhadap 2.000 orang yang sudah 17 tahun atau terdaftar sebagai pemilih. Metode penarikan sampel dilakukan secara acak bertingkat dengan margin of error kurang lebih 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA