Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Sandiaga: Negara tidak Boleh Absen dan Pelit

Ahad 17 Mar 2019 21:52 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Friska Yolanda

Cawapres No 02 Sandiaga Uno saat mengikuti debat Cawapres Pilpres 2019 di Jakarta, Ahad (17/3).

Cawapres No 02 Sandiaga Uno saat mengikuti debat Cawapres Pilpres 2019 di Jakarta, Ahad (17/3).

Foto: Republika/Prayogi
Sandiaga berjanji akan membenahi sistem pelayanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno berjanji akan memperbaiki masalah layanan kesehatan, terutama BPJS yang selama ini terjadi. Menurut dia, pembenahan BPJS menjadi kunci utama untuk menciptakan layanan kesehatan yang lebih baik untuk masyarakat.

Hal ini disampaikannya dalam debat ketiga cawapres dengan tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial dan budaya di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/3).

Baca Juga

“Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar kelima pada 2045 harus hadirkan pelayanan kesehatan prima. Kuncinya adalah pembenahan. Jangan saling salahkan,” ujar Sandiaga.

Jika terpilih, ia pun berjanji akan melanjutkan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan memperbaiki program BPJS yang selama ini bermasalah. Salah satunya adalah dengan mengundang aktuaria terbaik asal Hong Kong untuk menghitung biaya yang diperlukan dalam program BPJS.

“Karena negara tidak boleh absen dan pelit. Jangan sampai obat tidak tersedia karena pengelolaan yang belum sempurna. Di bawah Prabowo Sandi kita cari akar masalah, hitung jumlah berapa dan kita berikan layanan kesehatan prima,” ucap dia.

Ia juga berjanji pemerintah akan membayar tagihan rumah sakit tepat waktu sehingga tak kembali terjadi masalah keterlambatan pembayaran kepada rumah sakit. Dengan langkah ini, Sandiaga pun optimistis dapat memperbaiki kondisi BPJS dan meningkatkan kesehjahteraan masyarakat termasuk tenaga medis.

“Tenaga medis harus dibayar tepat waktu, jangan diutangi. BPJS akan lebih baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sandiaga juga menyampaikan akan membenahi sistem rujukan sehingga tak berbelit-belit dan menyulitkan pasien yang akan berobat. Tak hanya itu, di bawah kepemimpinan Prabowo-Sandiaga, ia berjanji akan melakukan langkah promotif dan preventif kesehatan dengan mendorong masyarakat untuk berolahraga.

“Saya yakin, kalau generasi muda dan petugas posyandu ditambah anggaran kesehatan bisa turunkan angka kematian ibu. Saya yakin gizi anak-anak akan lebih baik bila ada sinergi, TK SD sediakan susu dan kacang hijau seperti di Jakarta yang kami jalankan sehingga stunting bisa diturunkan,” jelas dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA