Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Pengamat: Kasus Romy Bisa Menyulitkan PPP Lolos ke Senayan

Ahad 17 Mar 2019 14:11 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Bayu Hermawan

OTT KPK. Ketum PPP Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

OTT KPK. Ketum PPP Romahurmuziy mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, Sabtu (16/3/2019).

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pengamat: Tren elektabilitas PPP Sempat Alami Kenaikan Sebelum Kasus Romy

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- CEO dan Founder Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengungkapkan tren elektabilitas Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sempat mengalami kenaikan. Bahkan menurut survei terakhir yang dilakukan Alvara, elektabilitas PPP berada di angka 3,5 persen.

"Ya kalau kita lihat sejak 2018 itu posisi terakhir dulu di kisaran satu persen, lalu sampai akhir Februari (2019) ini sudah naik ke hampir 3,5 persen. Tinggal sedikit lagi untuk mencapai parliamentary treshold (ambang batas parlemen) empat persen," kata Hasanuddin saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (17/3).

Hasanuddin berpandangan adanya kasus yang membelit Ketua Umum PPP non-aktif M Romahurmuziy (Romy) tersebut diprediksi bakal menyulitkan PPP untuk menaikan elektabilitas agar bisa lolos PT. Selain itu kasus tersebut juga dinilai  bakal menganggu soliditas partai, terutama dari caleg yang akan bertarung. Apalagi pemilu menyisakan waktu 30 hari lagi.

"Jadi saya kira kasus romy ini akan berdampak sangat signifikan terhadap suara elektabilitas dari PPP," ujarnya.

Ia menambahkan, pascapengangkatan Suharso Monoarfa sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PPP, partai berlambang Ka'bah itu harus segera menggelar konsolidasi secara masif terhadap organ-organ partai. Hal itu dinilai perlu untuk menjaga solidias partai.

"Apalagi kalau kita lihat PPP ini sejak pertikaian partai itu sangat kuat ya. Sejak misalkan bagaimana dengan Pak Djan Faridz yang dulu punya sejarah pertikaian yang masih cukup kuat. Jadi saya kira tugas plt Pak Suharso monoarfa sangat berat karena harus segera melakukan konsolidasi partai," katanya.

Sebelumnya Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mengaku optimis partainya bisa lolos ambang batas parlemen. Sejarah panjang yang dimiliki PPP membuat Suharso cukup yain partainya meraih empat persen.

"Kami punya keyakinan, karena kami punya kemampuan, Kami punya sejarah yang panjang, kami punya kader-kader terbaik, Kami punya generasi penerus dari partai ini," ungkapnya.

Selain itu ia juga mengajak seluruh kader PPP untuk tidak berlarut dalam kesedihan ditetapkannya Romy sebagai tersangka oleh KPK. Ia berharap adanya peristiwa tersebut bisa semakin membuat partainya semakin besar.

"Mudah-mudahan cobaan ini akan membawa partai ini menjadi besar, tinggal waktu dan sejarah yang akan mencatat dalam sisa-sisa waktu kedepan apakah kami dapat membuktikan bahwa partai ini akan eksis dan tetap hadir, lolos dari parlementary threshold," tuturnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA