Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

BPN: Hati Nurani tak Bisa Diarahkan

Kamis 14 Mar 2019 20:25 WIB

Rep: Ali Mansur/ Red: Teguh Firmansyah

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyapa warga saat kampanye di Bengkulu, Kamis (14/3/2019).

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyapa warga saat kampanye di Bengkulu, Kamis (14/3/2019).

Foto: Antara/David Muharmansyah
BPN menilai pilpres 2019 sangat cair.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil survei terakhir Konsep Indonesia (Konsepindo) menyatakan, dukungan warga NU kepada Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin hanya 40,2 persen. Begitu juga dengan suara Muhammadiyah yang diprediksi condong ke Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ternyata hanya 31,3 persen.

Baca Juga

Menanggapi hasil survei tersebut, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Suhendra Ratu Prawinegara, mengatakan, pemilihan presiden (pilpres) 2019 sangat cair. Ini dibuktikan dengan hampir berimbangnya dukungan ormas-ormas Islam di kedua kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

"Meski Kiai Ma'ruf itu orang NU, tapi tidak menjamin seluruh kekuatan NU itu akan mengarah kepada paslon 01. Makanya, pilpres 2019 itu cair," ungkap Suhendra saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (14/3).

Suhendra menjelaskan, saat ini tidak ada jaminan meski elite pimpinan ormas mendukung salah satu paslon dan diikuti oleh anggotanya. Pimpinan ormas sangat kesulitan untuk mengontrol hati nurani dan pilihan anggotanya pada saat pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS). Bahkan, NU sendiri, kata Suhendra, terbelah dalam memberikan dukungan di pilpres 2019.

"Hati nurani tidak bisa diarahkan. NU saja anggotanya itu banyak yang mendukung Prabowo dan itu hal yang sangat wajar, menurut saya. Mereka menginginkan perubahan bangsa ini ke arah yang lebih baik," kata Suhendra.

Kemudian, dengan hampir meratanya dukungan ormas, membuat kubu Prabowo-Sandiaga semakin optimistis memenangkan pilpres 2019 pada April mendatang. Apalagi, ia mengklaim, masyarakat secara umum ingin adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Situasi kebatinan ini yang kemudian ditangkap oleh Prabowo-Sandiaga sehingga menimbulkan simpati.

"Terbukti dengan kunjungan Pak Prabowo ke beberapa daerah yang sangat ramai. Artinya, ini tidak bisa dibohongi masyarakat juga cerdas untuk menilai dan menentukan pilihannya," ungkapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA