Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

Rabu, 17 Ramadhan 1440 / 22 Mei 2019

TKN Siapkan Langkah Hukum Soal Kondom Bergambar Jokowi-Maruf

Ahad 10 Mar 2019 00:07 WIB

Red: Andri Saubani

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko di Ballrom Hotel Kempinski, Jakarta, Sabtu (19/1).

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko di Ballrom Hotel Kempinski, Jakarta, Sabtu (19/1).

Foto: Republika/Bayu Adji P
Alat kontrasepsi yang kemasannya bergambar Jokowi-Ma'ruf beredar di media sosial.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Moeldoko menyatakan, dirinya telah mendengar adanya alat kontrasepsi dikemas dalam bungkus bergambar pasangan nomor urut 01 Jokowi-Maruf. Moeldoko mengaku sangat menyayangkan dan merupakan perilaku tak bermartabat.

Menurut dia, pendukung Jokowi tidak mungkin membuat alat kontrasepsi tersebut, lalu dibagi-bagikan ke masyarakat, terlebih dibungkus dengan simbol 01. Mantan Panglima TNI itu bahkan berpikir untuk melaporkannya ke polisi untuk diusut tuntas pembuat serta pelaku yang menyebarkannya.

"Sangat memungkinkan kami melaporkannya. Tapi yang pasti, semakin dizalimi maka suara Pak Jokowi kami yakin semakin baik," kata purnawirawan jenderal bintang empat yang juga Kepala Staf Kepresidenan tersebut.

Relawan Bravo-5 Jawa Timur, pun geram atas beredarnya gambar alat kontrasepsi di sejumlah media sosial yang kemasannya bergambarkan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01. Relawan Bravo-5 menilai adanya kampanye hitam terhadap Jokowi-Maruf.

"Kami sangat tidak sepakat dan menyayangkan kampanye hitam yang diarahkan kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin," ujar Ketua Bravo-5 Jawa Timur, Ubaidillah Amin, Sabtu.

Menurut dia, beredarnya gambar alat kontrasepsi jenis kondom tersebut merupakan fitnah dari pihak-pihak yang ingin membuat suasana pesta demokrasi menjadi tidak tenang. Gus Ubaid, sapaan akrabnya, mengaku tidak sepakat dan mengutuk cara-cara berpolitik yang tidak sehat sehingga dapat merusak tatanan demokrasi yang sudah dibangun.

"Kami meminta pihak berwenang segera mengusutnya," ucapnya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA