Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

BPN Ingin Lakukan Evaluasi Menyuruh JKN

Sabtu 09 Mar 2019 17:45 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Esthi Maharani

BPJS Kesehatan.

BPJS Kesehatan.

Foto: Republika/Yasin Habibi
BPJS banyak mengalami masalah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai isu kesehatan dan kesejahteraan sosial sangat penting. Menurut Anggota BPN, Hermawan Saputra pihaknya sudah merancang sebuah evaluasi terhadap sistem pelayanan kesehatan dan penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional (JKN) di Indonesia.

Di Indonesia JKN yang berlaku adalah BPJS. Namun, BPJS banyak mengalami masalah. "Nah BPJS ini seringkali kita dapatkan situasi di lapangan, masyarakat sulit dilayani dengan baik, keluh kesah fasilitas kesehatan itu tidak tertangani dengan baik, dan secara makro pemerintah mengakui ada defisit BPJS," kata Hermawan dalam sebuah diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu (9/3).

Terkait hal itu, kata dia, BPN ingin melakukan evaluasi secara menyeluruh program JKN tersebut. Ia mengatakan, untuk menyelesaikan masalah terkait kesehatan tidak hanya melihat satu sektor saja. Namun banyak hal yang perlu diperhitungkan.

"Kita menyadari health problem is beyond health, maka mengenai preminya akan kita kaji, bagaimana ekonometrik dan asuransi ditangani dengan baik. Kita akan lakukan penguatan pada aspek primary health care," kata dia.

Ia menilai, Indonesia sudah memiliki konsep pelayanan kesehatan yang cukup bagus. Semestinya, 80 persen masalah kesehatan dapat diselesaikan pada primary health care atau puskesmas dan klinik.

Sebenarnya, kata dia, masalah pemerintah adalah memastikan agar primary health cate dikuatkakan aspek pencegahannya.  "Ini juga akan dikaitkan dengan tingkat kesejahteraan tenaga medis, dan sebagainya," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA