Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Fadli Zon Tuding Menristekdikti Kampanye Terselubung

Kamis 21 Feb 2019 20:57 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Esthi Maharani

Fadli Zon

Fadli Zon

Foto: Mas Amil Huda
Fadli menyebut, terdapat penyalahgunaan forum yang seharusnya tidak untuk kampanye.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyebut pernyataan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir 'Jangan Coblos Dua' sebagai bentuk kampanye terselubung. Fadli menyebut, terdapat penyalahgunaan forum yang seharusnya tidak untuk kampanye.

"Saya kira ini modus ya. Modus dari sejumlah pejabat menggunakan forum-forum yang tidak seharusnya untuk kampanye terselubung, jelas itu adalah kampanye terselubung," kata Fadli di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Kamis (21/2).

Fadli menyebut, seharusnya menteri ataupun pejabat - pejabat yang dibiayai APBN menjalankan tugasnya. Jika hendak melakukan kampanye, para menteri seharusnya mengajukan cuti.

"Menurut saya harus ada ketegasan dari Bawaslu supaya para pejabat yang tidak pada tempatnya tidak boleh melakukan kampanya terselubung yang menjadi modus itu tadi termasuk ketika membagi sertifikat atau membagi bantuan," ucap Fadli.

Sebelumnya, Menristekdikti Mohamad Nasir di hadapan mahasiswa dalam acara peluncuran Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-24 mengajak mahasiswa untuk tidak golput dalam pemilihan presiden dan pemilu legislatif pada 17 April 2019 mendatang. Ia juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa untuk menggunakan hak pilihnya dengan baik agar bangsa Indonesia tidak rugi.

Nasir juga mempersilakan mahasiswa dan dosen untuk menggunakan hak pilih dengan mencoblos calon presiden pilihannya masing-masing sesuai hati nurani. Ia meminta agar jangan golput dengan mencoblos kedua pasangan capres-cawapres yang menyebabkan batalnya penghitungan suara.

"Silakan anda memilih sesuai dengan hati nurani saudara. Oleh karena itu, jangan sampai di dalam hal ini, jangan coblos dua. Kalau dicoblos dua, batal itu namanya nanti ya," kata Nasir.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA