Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

PPP Muktamar Jakarta Bantah Islah Telah Terjadi

Selasa 17 Dec 2019 15:59 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Ratna Puspita

Bendera PPP

Bendera PPP

Foto: Yogi Ardhi/Republika
Ketua DPP PPP versi Jakarta Ibnu Hajar Dewantoro mengatakan islah belum tercapai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dualisme di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) rupanya belum selesai. Sebab, Ketua DPP PPP versi Muktamar Jakarta Ibnu Hajar Dewantoro mengatakan islah atau penyatuan belum tercapai.

Baca Juga

"Menolak keras dan sangat berkeberatan terhadap klaim yang dinyatakan pihak PPP Muktamar Pondok Gede dalam Mukernas yang dilakukan bahwa telah terjadi islah," ujar Ibnu lewat keterangan tertulisnya, Selasa (17/12).

Ia mengatakan, kehadiran Sudarto bukan sebagai sekretaris jenderal PPP versi Muktamar Jakarta, melainkan pribadi. Sebab, Sudarto disebut telah mengajukan pengunduran diri pada 25 Juli 2018.

"Saudara Sudarto tidak berhak mewakili DPP PPP Muktamar Jakarta (MJ) maupun PPP MJ secara keseluruhan," ujar Ibnu.

Terkait Sudarto yang mewakili PPP Muktamar Jakarta pada musyawarah kerja nasional (Mukernas) V PPP Pondok Gede, Ibnu mengatakan pihaknya akan melaporkannya ke kepolisian. Karena, Sudarto dianggap telah mengeluarkan keterangan palsu pada acara tersebut.

"Seolah dia sebagai Sekjen DPP PPP MJ dan mewakili kepentingan PPP MJ, maka saudara Sudarto segera akan kami laporkan kepada pihak kepolisian," ujar Ibnu.

Sebelumnya, Sudarto menghadiri Mukernas V PPP pada Sabtu (14/12). Dalam acara tersebut, ia hadir sebagai Sekretaris Jenderal PPP versi Mukaamar Jakarta.

Usai acara tersebut, Sudarto mengatakan bahwa islah sudah terjadi antara kedua pihak. Menurutnya, islah atau penyatuan adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh PPP usai pemilihan umum (Pemilu) 2019. Pasalnya, dalam kontestasi tersebut partai berlambang Ka'bah itu hanya memperoleh 19 kursi di DPR.

"Saya kira islah ini sesuatu yang memang harus terjadi, jadi sebetulnya islah ini ajaran agama. Jadi kalau mau islah ya harus lahir dari hati yang ikhlas," ujar Sudarto.

Untuk kembali berada dalam satu kepengurusan, Sudarto mengatakan, PPP versi Muktamar Pondok Gede tak memberikan syarat apapun untuk bergabung. Sebab, kedua pihak memiliki tujuan yang sama untuk menguatkan PPP.

"Tanpa syarat apa pun, saya kira kecuali syaratnya adalah bagaimana PPP kembali bangkit dan besar, siap menyongsong pemilu 2024," ujar Sudarto.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA