Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

31 Ribu Personel Gabungan Siap Amankan Pelantikan Presiden

Selasa 15 Okt 2019 22:17 WIB

Red: Israr Itah

Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan keterangan kepada media usai menggelar rapat koordinasi dengan Kapolri, TNI, BIN dan sejumlah kementerian jelang  pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober 2019 mendatang, Selasa (15/10).

Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan keterangan kepada media usai menggelar rapat koordinasi dengan Kapolri, TNI, BIN dan sejumlah kementerian jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 20 Oktober 2019 mendatang, Selasa (15/10).

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Pelantikan akan berlangsung pada Ahad, 20 Oktober 2019 di Gedung DPR/MPR RI, Senayan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 31 ribu personel gabungan TNI-Polri telah disiapkan untuk mengamankan pelantikan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Baca Juga

"Polda Metro Jaya dan TNI sudah menyiapkan sekitar 31 ribu personel gabungan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Selasa (15/10).

Pelantikan akan berlangsung pada Ahad, 20 Oktober 2019 di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Argo menjelaskan, 31 ribu personel tersebut akan disebar dalam tiga ring pengamanan.

Ring Satu adalah Gedung DPR yang menjadi tempat dilaksanakan upacara pelantikan. Menurut Argo. pengamanan ring satu sepenuhnya kewenangan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Sedangkan ring dua dan ring tiga adalah Gedung DPR dan wilayah sekitarnya yang akan dijaga oleh personel TNI dan Polri.

Argo mengatakan, peningkatan jumlah personel tersebut untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat termasuk tamu negara asing yang akan menghadiri acara pelantikan.

Terkait arus lalu lintas, Argo mengatakan sifatnya situasional. Meski demikian Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar gedung DPR RI.

"Untuk lalu lintas nanti situasional dan sudah direncanakan oleh Ditlantas. Nanti kita akan melihat situasi seperti apa," ujar Argo.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA