Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Puan Maharani Telah Mengundurkan Diri Sejak Kemarin

Selasa 01 Oct 2019 15:56 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Indira Rezkisari

Politikus PDI Perjuangan Puan Maharani saat ditemui usai dilantik sebagai anggota DPR terpilih 2019-2024 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (1/10).

Politikus PDI Perjuangan Puan Maharani saat ditemui usai dilantik sebagai anggota DPR terpilih 2019-2024 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (1/10).

Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Puan Maharani telah ditunjuk partai untuk menjadi calon ketua DPR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota DPR terpilih periode 2019-2024 fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani resmi dilantik pada Selasa (1/10). Puan mengaku sudah mengundurkan diri sebagai menteri koordinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan (PMK).

"Jadi kemarin tanggal 30 saya sudah izin pamit kepada presiden untuk mengundurkan diri sebagai PMK untuk bisa dilantik 1 Oktober ini sebagai anggota DPR," kata Puan dalam konferensi pers fraksi PDI Perjuangan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Ia juga mengakui bahwa dirinya telah ditunjuk oleh partai untuk menjadi calon ketua DPR. Namun secara resmi ia baru akan berkomentar setelah rapat badan musyawarah yang digelar sore ini.

"Sebagai anggota DPR dua periode saya berharap bahwa ke depan ini DPR akan bisa menghasilkan undang-undang yang produktif, tidak banyak namun bisa matang sesuai dengan situasi kondisi di lapangan," ujarnya.

Tidak hanya Puan, menteri kabinet pemerintahan Jokowi - Jusuf Kalla lainnya Yasonna Laoly yang berasal dari PDI Perjuangan telah lebih dulu  mengundurkan diri. Dalam surat permohonan pengunduran diri, Yasonna mengundurkan diri terhitung mulai 1 Oktober 2019.

"Hal ini berkaitan dengan terpilihnya saya sebagai anggota DPR Republik Indonesia Daerah Pemilihan Sumatra Utara I, serta tidak diperbolehkan rangkap jabatan sesuai dengan Pasal 23 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara yang menjelaskan menteri dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan," demikian bunyi surat pengunduran diri Yasonna.


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA