Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Max Sopacua Tegaskan Demokrat Masih Bersama Prabowo-Sandi

Jumat 14 Jun 2019 01:15 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Muhammad Hafil

Max Sopacua

Max Sopacua

Foto: Adhi Wicaksono/Republika
Max Sopacua menegaskan Partai Demokrat harus diselamatkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Majelis Tinggai Partai Demokrat, Max Sopacua, mengklaim Demokrat tetap konsisten berjuang bersama pasangan 02, Prabowo-Sandi Uno hingga tuntas. Dia menyatakan, Partai Demokrat harus konsisten mendukung Prabowo-Sandi dalam menempuh langkah yang konstitusional.

"Partai Demokrat tetap harus konsisten dan istiqamah mendukung dan berjuang secara maksimal bersama pasangan Prabowo-Sandiaga Uno dalam menempuh langkah konstitusional hingga tuntas," ujar Max dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (13/6) malam.

Meskipun demikian, Max tidak mempersoalkan kader Demokrat untuk menjalin silaturahim dengan pihak mana pun. Menurut dia, langkah tersebut ditujukan untuk membangun komunikasi dan rekonsiliasi moral demi kepentingan dan masa depan bangsa.

Max menjelaskan, khitah dan fitrah Partai Demokrat sejatinya adalah partai terbuka yang terlahir dari kekuatan aspirasi dan amanah rakyat. Dia menegaskan, Demokrat bukanlah partai yang dimiliki oleh perseorangan, keluarga atau kelompok tertentu.

Namun, mengetahui kondisi partai yang memperoleh suara terendah dalam sejarah PD sejak tahun 2004, Max meminta untuk melakukan evaluasi. Karena itu, dalam Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD), Max bersama sejumlah pendiri dan tokoh senior Demokrat, seperti Ahmad Mubarok, Ahmad Jaya, dan Ishak, menyatakan partai Demokrat harus segera diselamatkan.

"Partai Demokrat harus segera diselamatkan. Demokrat kembali ke fitrah meraih kejayaannya kembali," ujarnya.

Sebagai upaya penyelamatan, GMPPD akan mengundang keluarga besar Partai Demokrat. Momen puncak GMPPD itu ditandai dengan menyiapkan, mendorong, dan melaksanakan suksesnya kongres luar biasa (KLB) secepatnya.

"KLB selambatnya pada 9 September 2019. Mengingat telah berakhirnya Pemilu 2019 dan memasuki masa pilkada 2020 demi mengembalikan kejayaan PD di 2024 demi untuk masa depan terbaik Indonesia," ujar Max.

Untuk diketahui, Kongres Partai Demokrat seharusnya digelar pada 2020. Namun, dengan dorongan para senior untuk melakukan KLB, kemungkinan besar kongres bisa diselenggarakan lebih cepat.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA