Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

Saturday, 17 Zulqaidah 1440 / 20 July 2019

TKN Harap Hujatan Politik Dihentikan Selama Ramadhan

Senin 06 May 2019 14:35 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Muhammad Hafil

Wakil Ketua Komisi III Arsul Sani di ruangannya, DPR RI, Jakarta, Selasa (22/1).

Wakil Ketua Komisi III Arsul Sani di ruangannya, DPR RI, Jakarta, Selasa (22/1).

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Politikus diharap tak melontarkan pernyataan yang mengurangi nilai puasa Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Selama bulan Ramadhan umat Islam diminta bijak menjaga perkataan, begitu juga terkait urusan politik. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Maruf Amin, Arsul Sani berharap masyarakat dan para politikus tidak asal melempar pernyataan yang justru mengurangi nilai puasa selama bulan Ramadhan.

Baca Juga

"Ajaran nabi tegas menyatakan "berkatalah yang baik atau lebih baik diam". Karena itu perkataan atau statement di ruang publik atau medsos yg didalamnya mengandung fitnah, ujaran kebencian, termasuk hoaks seyogianya dihentikan," imbuh Arsul kepada wartawan, Senin (5/5).

Politikus PPP ini menilai ada hikmah ketika Ramadhan tahun ini jatuh setelah pelaksanaan pemilu 2019. Sebab selama jelang, hingga penyelenggaraan pemilu masyarakat tidak habis-habisnya mendengarkan hujatan dan fitnah politik. Bahkan pascapemilu statemen-statemen politik yang semakin memanaskan hubungan sosial semakin menjadi-jadi.

"Karena itu bulan Ramadhan pascapilpres ini adalah momen yg paling pas untuk menghentikannya," tegas Arsul.

Imbauan ini ia tujukan kepada seluruh masyarakat, termasuk kepada tokoh-tokoh agama serta politik di kubu manapun ia berada. Biarkan masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam beristirahat dari ujaran kebencian dan fitnah, demi menjaga kekhusukan ibadah selama Ramadhan.

"Untuk itu para tokoh, lebih-lebih ulama dan tokoh Islam yang belum bisa move on dari persoalan pemilu baik pilpres atau pileg, perlu memberikan contoh nyata," ujarnya.

Contoh nyata yang ia maksud adalah mengerem atau tidak melontarkan pernyataan politik, yang berisi kebencian, hujatan, provokasi bahkan hingga tuduhan hoaks serta fitnah. Arsul mengajak marilah momen Ramadhan hingga Idul Fitri nanti diisi dengan suasana rekonsiliasi, berbagi maaf dan silaturahim.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA