Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Ketua DPR Ajak Kedua Kubu Hentikan Kegaduhan Politik

Ahad 05 May 2019 14:24 WIB

Red: Ratna Puspita

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Jakarta, Kamis (31/1).

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Jakarta, Kamis (31/1).

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
Ketua DPR meminta semua pihak memulihkan hubungan baik selama Ramadhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengajak masing-masing kubu kekuatan politik untuk menghentikan kegaduhan selama Ramadhan. Bambang Soesatyo meminta semua pihak hendaknya menjadikan bulan suci ini sebagai momentum pemulihan hubungan baik antarkomunitas yang selama ini berseberangan karena beda sentimen politik.

Baca Juga

"Pemulihan hubungan baik itu hendaknya diawali dengan kesadaran bersama untuk berhenti menyemburkan ujaran kebencian, berhenti saling tuduh, berhenti saling ancam dan tidak lagi membuat pernyataan provokatif," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Ahad (5/5).

Dia menilai selama Ramadhan, semua kekuatan politik harus peduli dan menghormati masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah puasa masyarakat fokus dan khusyuk. Karena itu, dia mengatakan, ruang publik hendaknya bersih dari segala sesuatu yang berpotensi menganggu atau merusak kesakralan bulan suci Ramadhan.

"Dua pekan lebih setelah pemungutan suara Pemilu 2019, sebagian masyarakat merasa tidak nyaman, karena ruang publik masih terasa sangat bising," ujarnya.

Kebisingan itu, menurut dia, dilontarkan kedua kubu yang paling berkepentingan dengan hasil penghitungan suara pemilihan presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Misalnya isu tentang kecurangan terus dihembuskan kedua kubu.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan, kebisingan itu memancing perhatian sebagian publik, ada yang menanggapinya dengan dengan sikap biasa-biasa saja. "Namun tidak sedikit juga yang terpancing emosinya. Perilaku emosional yang dipertontonkan, kendati hanya dengan pernyataan yang provokatif, tidak pelak membuat beberapa kalangan cemas atau khawatir," ujarnya.

Bambang mengatakan, di kalangan akar rumput sempat tergoda menyoal isu people power yang diwacanakan kalangan tertentu. Ia menambahkan perbincangan tentang itu bermunculan karena "perang" pernyataan atau saling tuduh tentang kecurangan Pemilu 2019 tidak pernah reda.

Menurut dia, para tokoh masyarakat sudah menggemakan imbauan agar saling tuduh itu tidak diteruskan namun imbauan itu seperti dianggap angin lalu saja. "Karena itu, bulan suci Ramadhan patut untuk dijadikan momentum bagi semua kekuatan politik untuk menahan diri dan membantu masyarakat di berbagai daerah mewujudkan pemulihan hubungan baik antarkomunitas," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA