Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Kiai Maruf Sindir Prabowo yang Ngopi Saat Azan

Rabu 27 Mar 2019 15:50 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

SERANG -- Puluhan ribu santri dan warga Banten berkumpul mengikuti acara  Isra Mi'raj dan peringatan haul Nyai Siti Maimunah binti KH. Moh. Romli  (ibunda KH. Ma'ruf Amin) di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang,  Banten, Ahad (24/3) siang.

SERANG -- Puluhan ribu santri dan warga Banten berkumpul mengikuti acara Isra Mi'raj dan peringatan haul Nyai Siti Maimunah binti KH. Moh. Romli (ibunda KH. Ma'ruf Amin) di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Serang, Banten, Ahad (24/3) siang.

Foto: Republika/Muhyiddin
Menurut Kiai Ma'ruf, jika ada azan selayaknya pidato dihentikan.

REPUBLIKA.CO.ID, WONOSOBO -- Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01, KH. Ma'ruf Amin memelanjutkan kampanye terbukanya di Jawa Tengah. Pada Rabu (26/3) hari ini, Ketua Umum MUI ini melakukan menghadiri acara Harah NU ke-96 dan Haul Akbar Al Maghfurlah KH Raden Abdul Fatah di Alun-Alun Wonosobo.

Dalam orasi politiknya, Kiai Ma'ruf bercerita tentang peranan organisasi Islam dalam membangun bangsa. Dia juga mengungkapkan peranan Presiden Joko Widodo yang telah menentapkan Hari Santri Nasional (HSN).

Di tengah orasinya, suara azan Zuhur pun berkumandang, sehingga dia menghentikan orasinya untuk menghormati panggilan untuk shalat tersebut. "Azan, tunggu dulu ya. Tunggu dulu sebentar. Azan dulu," ujar Kiai Ma'ruf meminta belasan ribu warga wonosobo yang hadir untuk bersabar menunggu hingga azan selesai.

Baca Juga

"Sabar dulu ya, tunggu sebentar, tidak lama," ucapnya lagi.

Setelah azan selesai, Kiai Ma'ruf pun sempat berdoa dan kemudian melanjutkan pidato politiknya. Kiai Ma'ruf mengatakan, memang sudah seharusnya umat Islam berhenti berpidato saat azan berkumandang.

"Kalau azan kita berhenti kalau pidato. Azan kita suruh mendengarkan azan. Abis azan kita lanjut," jelas Kiai Ma'ruf saat ditanya wartawan usai menghadiri acara Harlah NU di Wonosobo, Rabu (27/3).

Jika pun ada yang orang yang memilih meminum kopi saat azan, menurut Kiai Ma'ruf, lebih baik mendengarkan azan secara khusyuk dan menjawab panggilan tersebut. "Sebaiknya khusyuk, karena ini kan panggilan. Kalau panggilan, kita dengarkan," kata mantan rais Aam PBNU ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA