Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Kiai Maruf Sempat Singgung Serangan Hoaks Azan ke Jokowi

Senin 18 Mar 2019 00:08 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ratna Puspita

Cawapres No 01 KH Ma'ruf Amin saat mengikuti debat cawapres pilpres 2019 di Jakarta, Ahad (17/3).

Cawapres No 01 KH Ma'ruf Amin saat mengikuti debat cawapres pilpres 2019 di Jakarta, Ahad (17/3).

Foto: Republika/Prayogi
Kiai Ma'ruf mengajak masyarakat untuk melawan dan memerangi penyebaran hoaks.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyinggung serangan hoaks yang ditujukan kepada pasangan calon nomor urut 01 selama ini. Isu hoaks tersebut antara lain bahwa Kementerian Agama akan dibubarkan, azan dilarang dan pelajaran agama akan dihapuskan, serta zina akan dilegalkan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia nonaktif tersebut menegaskan, isu tersebut tidaklah benar. "Saya bersumpah demi allah, selama hidup saya akan saya lawan upaya-upaya yang akan melakukan itu semua," ujar Kiai Ma'ruf dalam pernyataan penutup debat calon wakil presiden atau debat ketiga Pilpres 2019. di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/3).

Kiai Ma'ruf mengajak masyarakat untuk melawan dan memerangi penyebaran hoaks. Menurutnya, berita hoaks yang ada saat ini telah merusak tatanan bangsa Indonesia.

"Kami juga mengajak kita semua untuk melawan dan memerangi hoaks karena hoaks merusak tatanan bangsa Indonesia, melawan dan memerangi fitnah," ujar Kiai Ma'ruf.

Kiai Ma'ruf mengimbau masyarakat untuk mengecek kebenaran setiap informasi yang diterima. Itu juga sesuai firman Allah dalam Alquran. "Allah sudah mengatakan, kalau datang kepadamu orang fasik, maka hendaknya membawa berita maka hendaknya kamu tabayun kamu cek, jangan terima saja," ujar Kiai Ma'ruf.

Debat cawapres merupakan debat ketiga Pilpres 2019 yang mengusung tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan kebudayaan. Debat ketiga ini hanya mempertemukan cawapres kedua kubu, yakni Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta Selatan.

Pertanyaan disusun oleh sembilan orang panelis. Diantaranya, Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina Pulubuhu, Pegiat Budaya yang merupakan mantan Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak Chairil Effendy MS, Rektor Universitas Syiah Kuala Aceh Samsul Rizal, Rektor UIN Sunan Kalijaga KH. Yudian Wahyudi.

Selain itu, ada juga, Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Subhilhar, Budayawan Radhar Panca Dahana, Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, Ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia David S Perdanakusuma dan Rektor Universitas Diponegoro Yos Johan Utama.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA