Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

TKN Maksimalkan Pintu ke Pintu di Masa Kampanye Terbuka

Selasa 19 Mar 2019 16:45 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Muhammad Hafil

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily

Foto: Republika/Mimi Kartika
TKN meminta kader parpol dan relawan serius memenangkan Jokowi-Ma'ruf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf berupaya memaksimalkan kampanye pintu ke pintu (door to door) pada masa Kampanye Terbuka. Pasangan calon hingga calon legislatif yang tergabung dalam koalisi akan dimaksimalkan mendatangi warga langsung.

"Kami akan mengintesifkan secara serius upaya kita dalam melakukann upaya door to door campagin, door to door campaign, micro targeting setiap rumah-rumah," kata Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily di Kompleks DPR RI, Jakarta, Selasa (19/3).

TKN akan menekankan pada kader partai politik dan relawan agar mereka serius dalam memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Di samping itu, Ace mengatakan, TKN juga tetap melakukan antisipasi kabar hoaks yang beredar di masyarakat.

Ace menuturkan, TKN juga memberi perhatian pada potensi golput dalam pemilu mendatang. TKN berharap pada KPU agar lebih intensif dalam memberi penjelasan dan fasilitas, serta kesempatan pada semua warga negara yang mempunyai hak pilih.

"Ya tentu tetap kan juga harus dipermudah agar masyarakat yang punya hak pilih agar tidak terhalangi untuk memberikan hak pilihnya," kata Politikus Golkar itu.

KPU menetapkan Masa Kampanye terbuka pada 24 Maret hingga 13 April 2019. Dalam masa itu, sebelumnya TKN menyatakan sulit bagi paslon capres dan cawapres untuk mendatangi semua titik kampanye. Maka itu, Jokowi dan Ma'ruf diperkirakan hanya akan datang bersama di 10 titik.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA