Senin, 22 Ramadhan 1440 / 27 Mei 2019

Senin, 22 Ramadhan 1440 / 27 Mei 2019

Timses Prabowo Ingin Penonton di Lokasi Debat Dikurangi

Kamis 21 Feb 2019 07:05 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Nur Aini

Capres No 01 Joko Widodo dan Capres No 02 Prabowo Subianto usai debat kedua calon presiden pemilu 2019, Jakarta, Ahad (17/2).

Capres No 01 Joko Widodo dan Capres No 02 Prabowo Subianto usai debat kedua calon presiden pemilu 2019, Jakarta, Ahad (17/2).

Foto: Republika/Prayogi
BPN Prabowo-Sandi juga menilai undangan pejabat negara terlalu banyak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyetujui wacana mengurangi penonton di lokasi debat Pilpres 2019. Direktur Materi dan Debat Sudirman Said menilai jumlah pendukung yang hadir di lokasi debat terlalu banyak sehingga muncul kesan tidak tertib.

Baca Juga

"Terutama dari paslon 01, itu bukan hanya mengganggu suasana di dalam, tapi juga suasana di televisi, yang menjadi hak masyarakat untuk tahu," ujar Sudirman di Jakarta, Rabu (20/2).

Sudirman menganggap sasaran utama debat Capres-Cawapres adalah publik di luar yang menyaksikannya melalui televisi. Sehingga, ia menyarankan kepada KPU untuk tidak perlu terlalu membawa banyak pendukung.

"Kalau yang di dalam cukup 30 (orang)," kata mantan menteri ESDM.

Selain itu, ia juga meminta KPU tidak perlu mengundang banyak tamu seperti menteri. Hal itu memunculkan persepsi seolah-olah seluruh menteri mendukung pasangan Capres-Cawapres 01. 

"Padahal belum tentu kan, Menteri kan pejabat negara yang netral, itu kita usulkan, terserah," katanya.

Selain itu, Sudirman juga menyoroti soal perlunya penambahan waktu kepada para paslon agar bisa lebih mengeksplor materi debat. Dengan waktu dua menit yang disediakan membuat para kandidat tidak bisa mengeskplor kemampuannya sendiri.

"Terbukti dua kali debat, memberi waktu yang semenit, dua menit itu, membuat kita tidak bisa mengeksplor kemampuan sendiri, kemampuan kompetitor, pikiran-pikiran secara utuh," ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA