Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Survei: Gerindra Ungguli PDIP di Segmen Pemilih Terpelajar

Rabu 20 Feb 2019 17:55 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Muhammad Hafil

Hasil Survei Partai Politik LSI: Siluet Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar mempresentasikan Hasil rilis Lingkaran Survei Indonesia terkini bertajuk 'Pergeseran Dukungan Partai Politik di 6 Kantong Suara' di Kantor Lingkaran Survei Indonesia, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Hasil Survei Partai Politik LSI: Siluet Peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar mempresentasikan Hasil rilis Lingkaran Survei Indonesia terkini bertajuk 'Pergeseran Dukungan Partai Politik di 6 Kantong Suara' di Kantor Lingkaran Survei Indonesia, Jakarta, Rabu (20/2/2019).

Foto: Antara/Reno Esnir
PDIP masih dipilih oleh pemilih Muslim, tapi dengan jarak yang tipis dengan Gerindra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan, elektabilitas Partai Gerindra unggul dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di segmen pemilih terpelajar. Partai Gerindra unggul delapan persen dari PDIP pada segmen yang memiliki base 11,5 persen dari total populasi itu.

Baca Juga

"Di pemilih terpelajar ini, Partai Gerindra paling unggul dengan perolehan suara 23,9 persen. Kemudian di posisi runner up ada PDIP sebanyak 15,9 persen," ungkap peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, di kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur, Rabu (20/2).

Ia menambahkan, di posisi ketiga, ada Partai Demokrat dengan perolehan suara delapan persen. Kemudian, ada PKS dengan perolehan suara sebesar 7,2 persen dan Partai Nasdem sebesar 5,8 persen di belakang partai pemenang Pemilu 2009 itu.

"PKS melampaui Nasdem di pemilih terpelajar. Ketiga, Perindo tetap memimpin partai baru di kalangan pemilih terpelajar, sebesar 2,8 persen, ditempel ketat oleh PSI," kata dia.

Survei ini juga menunjukkan, PDIP unggul di segmen pemilih Muslim dan pemilih minoritas. Tapi, elektabilitas PDIP di segmen pemilih Muslim mengalami penurunan dalam enam bulan terakhir.

"Pemilih Muslim di Indonesia merupakan mayoritas dengan base sebanyak 85 persen dari total pemilih. Di pemilih Muslim, PDIP masih paling unggul dengan perolehan suara 18,4 persen," ungkap peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, di kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur, Rabu (20/2).

Rully menyebutkan, di posisi kedua terdapat Partai Gerindra yang memperoleh suara sebesar 16,6 persen. Di belakangnya ada Partai Golkar dengan perolehan suara 11,0 persen, PKB dengan perolehan suara 9,3 persen, dan Partai Demokrat sebesar 5,9 persen.

"PDIP masih paling banyak dipilih oleh pemilih Muslim, tapi dengan jarak yang sangat tipis dengan Partai Gerindra," jelasnya.

Meski masih unggul, elektabilitas PDIP pada Januari 2019 ini menunjukkan grafik penurunan jika dibandingkan dengan bulan Desember 2018 di segmen pemilih Muslim ini. Pada Desember 2018 elektabilitas PDIP di segmen ini sebesar 24,6 persen atau lebih tinggi 6,2 persen jika dibandingkan dengan Januari 2019.

Rully menjelaskan, turunnya elektabilitas PDIP di segmen pemilih Muslim ini merupakan dampak dari pemilihan presiden. Meski Joko Widodo telah mengambil Ma'ruf Amin, barisan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno semakin kuat karena 212 dan Ijtima Ulama.

"Ternyata, kekuatan 212 dan Itjima Ulama dan sebagainya justru memperkuat barisan Prabowo-Sandi. Sehingga, otomatis jika pemilih Jokowi tak kuat di pemilih Muslim yang mengambil keuntungan dari pemilih Muslim adalah Partai Gerindra dan Prabowo-Sandinya," kata Rully.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA