Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Cara Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki Agar Kompak Pandu Debat

Sabtu 16 Feb 2019 13:35 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Capres Nomor urut 01 Joko Widodo bersalaman dengan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto usai debat pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Jakarta, Kamis (17/1).

Capres Nomor urut 01 Joko Widodo bersalaman dengan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto usai debat pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilu 2019 di Jakarta, Kamis (17/1).

Foto: Republika/Prayogi
Tommy dan Anisha memperbanyak mengulas tayangan program debat capres .

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jurnalis Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki bersiap memandu debat putaran kedua pemilihan presiden dan wakil presiden yang akan berlangsung besok, (17/2) di Jakarta. Selain materi debat, keduanya juga memperhatikan kekompakan saat bertugas menjadi moderator nanti, agar debat berjalan lancar.

Baca Juga

Mereka yang merupakan kolega sejak sama-sama berkarir di stasiun televisi Metro TV beberapa tahun silam hingga kini di INews. Keduanya mengaku tak mempersoalkan chemistry saat memandu debat nanti.

Sekalipun begitu, tak berarti mereka abai pada hal yang menjadi bagian sorotan berbagai pihak dalam debat itu. Tommy bahkan tak menampik ekspektasi besar masyarakat pada debat. Lantas, apa yang mereka lakukan untuk meningkatkan chemistry?

"Saya tek-tokan sama Mas Tommy. Membangun chemistry bersama partner itu sangat penting, supaya debat nanti lancar, cair, seperti yang diharapkan," ujar Anisha.

"Selalu bertemu dengan Anisha untuk meningkatkan chemistry kami berdua saat memandu debat. Kebetulan kami satu kantor, sehingga mudah untuk bertemu dan berdiskusi. Latihan membangun chemistry adalah penting bagi kami. Karena debat saat ini adalah skala besar, ekspektasi terhadap debat kedua ini juga besar," tutur Tommy dalam kesempatan berbeda.

Tommy dan Anisha memperbanyak mengulas tayangan program debat level capres di luar negeri dan debat di dalam negeri. Mereka juga banyak berdiskusi serta latihan membuka dan menutup acara.

"Kami perbanyak mereview tayangan program debat baik yang ada di daerah atau level capres/ cawapres dan juga program debat pilpres luar negeri," ujar Tommy.

Anisha mengatakan, dari sejumlah segmen sepanjang debat, segmen empat menjadi tangan terbesarnya. Saat itu, dia harus membagi waktu secara adil untuk dua pasang calon menyampaikan gagasannya. Waktu yang panitia berikan hanya 16 menit.

"Tantangan ada di segmen empat, saya dan Mas Tommy harus membagi tanpa adanya timer dua menit atau semenit, hanya ada 16 menit. Kami harus membagi bagaimana kedua capres mendapatkan porsi yang sama tanpa ada yang mendominasi. Tetapi ide segar yang kita harapkan keluar," kata dia.

Pada akhirnya baik Tommy maupun Anisha berharap bisa menghidupkan suasana debat yang cair dan para pasangan calon bisa memberikan ide segar dan konkrit.

"Semoga kami dapat menghidupkan suasana debat yang rileks, cair dan hidup, sehingga kedua capres akan memberikan jawaban dan perdebatan yang substansial, fresh dan edukatif," kata Tommy.

Debat capres putaran kedua akan membahas energi, pangan, infrastruktur, transportasi, sumber daya alam dan lingkungan hidup.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA