Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Cak Imin: Tanpa NU, Pemerintahan Ini Sudah Digoyang

Jumat 15 Feb 2019 03:49 WIB

Red: Ratna Puspita

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar

Foto: Republika/Haura Hafizhah
98 persen warga NU saat ini mendukung pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengatakan kemampuan Nahdlatul Ulama untuk mendukung pemerintahan ke depan sangat kuat. Jasa NU dalam menopang republik sudah terjadi sejak era kemerdekaan. 

"Tanpa NU, pemerintahan ini sudah digoyang-goyang, tapi dengan pilar NU menjadi tenang," kata dia di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (14/2). 

Ia menambahkan sosok Ma'ruf Amin selaku Mustasyar PBNU akan menjadi pilar utama kekuatan politik Pemerintahan Jokowi ke depan jika terpilih dalam Pilpres 2019. "Yang paling penting adalah pilar utama kekuatan Pak Jokowi ini ada di NU. Tanpa pilar NU akan menjadi masalah. Nah alhamdulillah pimpinan tertinggi NU Kiai Ma'ruf bersedia menjadi cawapres, dan ini akan menjadi pilar utama penyelenggaraan kekuatan politik Pak Jokowi," ujar Cak Imin.

Cak Imin mengatakan bahwa 98 persen warga NU saat ini mendukung pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf. Menurutnya, PKB akan berupaya keras agar seluruh warga NU dapat mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf ke depan. 

Cawapres Ma'ruf Amin mengatakan dipilih dirinya sebagai pendamping Jokowi membuktikan Jokowi menghargai santri dan ulama, khususnya NU. Dia mengatakan jika dirinya nanti terpilih menjadi wapres, maka dia berharap di masa akan datang akan ada orang NU yang menjadi presiden. 

"Siapa tahu yang jadi Presiden nanti Cak Imin," kata Ma'ruf. 

 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA