Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

TKN: Kami tak Ingin Menang dengan Persentase Rendah

Kamis 14 Feb 2019 11:29 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Moeldoko.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Moeldoko.

Foto: Republika/Bayu Adji P
TKN Jokowi-Ma'ruf ingin menang di atas 70 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Moeldoko, mengutarakan niat kubu pasangan calon (paslon) nomor urut 01 untuk menang besar. Moeldoko mengatakan, Tim Kampanye Nasional (TKN) tidak ingin menang dengan persentase yang rendah.

"Targetnya, ya di atas, ya di antara 70an persen," kata Moeldoko di Jakarta, Kamis (14/2).

Kepala Staf Kepresidenan itu optimis target tersebut dapat tercapai. Dia mengatakan, ini menyusul patokan target yang dipasang di sejumlah daerah. Dia mengatakan, para pimpinan-pimpinan daerah yang sudah bersatu dengan TKN Koalisi Indonesia Kerja (KIK) masing-masing sudah menetukan target mereka.

TKN KIK sebelumnya menggelar konferensi pers pada Rabu (13/2) malam. Dalam kesempatan itu, Moeldoko mengungkapkan saat ini kubu pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin masuk dalam status perang total.

Moeldoko mengatakan, TKN telah memiliki pusat grafitasi terkait pemilu 2019. Dia mengatakan, pengetahuan akan center of gravity itu membuat TKN sudah memiliki langkah-langkah yang harus diambil guna memenangi kontestasi lima tahunan ini.

Mantan Panglima TNI ini mengatakan, perang total yang dimaksud adalah menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki dengan optimal. Dia melanjutkan, TKN memilki sumber daya yang sangat luar biasa dari dengan kualitas mumpuni serta memadai.

Dia melanjutkan, begitu juga dengan kekuatan serta kesiapan partai politik, militansi relawan ditambah elemen lain yang memberikan dukungan secara suka rela baik itu semangat, finansial, serta hal lain sebagainya. Dia mengatakan, kekuatan itu akan dimanfaatkan untuk melakukan penetrasi terhadap segmen-segmen yang ditentukan berdasarkan prioritas.

"Itulah kira-kira kami mendefinisikan semua kekuatan dikerahkan penuh. Kami ingin menang dengan presentase yang optimum, itulah yang akan kami lakukan sehingga totalitas menjadi sesuatu yang kami dengungkan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA