Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Maruf Amin Berharap Ahok Naikkan Elektabilitas

Sabtu 09 Feb 2019 17:35 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah / Red: Friska Yolanda

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias BTP (kanan) bersama para kader PDIP saat berkunjung ke kantor DPD PDIP Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Jumat (8/2/2019).

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias BTP (kanan) bersama para kader PDIP saat berkunjung ke kantor DPD PDIP Provinsi Bali, Denpasar, Bali, Jumat (8/2/2019).

Foto: Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Bergabungnya BTP ke PDIP adalah suatu hal yang wajar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil presiden (Cawapres) nomor urut 01 Ma'ruf Amin berharap, bergabungnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ke PDIP akan menaikkan elektabilitas pasangan Capres-cawapres nomor urut 01. Seperti diketahui, saat ini BTP sudah terdaftar sebagai kader PDIP sejak 26 Januari 2019.

“Ya insya Allah, mudah-mudahan. Kan PDIP pendukungnya Pak Jokowi,” kata Ma'ruf di Hotel Aryaduta Jakarta, Sabtu (9/2).

Ma’ruf juga menilai bergabungnya BTP ke PDIP adalah suatu hal yang wajar. Setiap orang, kata dia, berhak menentukan pilihan untuk bergabung dengan partai politik manapun. Terlebih saat ini BTP telah bebas dari penjara.

Baca juga, Ahok Bergabung ke PDIP

“Biarlah itu urusannya PDIP nanti dan itu wajar saja bebas memilih partai. Dia juga sudah bebas,” jelas dia.

Kendati demikian dia mengaku belum ada rencana bertemu dengan BTP dalam waktu dekat. “Belum tuh, belum ada (rencana bertemu),” ungkap dia.

Diketahui, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok resmi menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sejak 26 Januari 2019. Menurut Ahok, sikapnya kembali terjun politik agar bisa membagikan ilmu yang telah didapat, yang mungkin bisa bermanfaat. 

Terkait ketertarikannya masuk ke PDIP, Ahok mengatakan karena sudah lama simpati dengan partai tersebut. "Kan sudah lama, simpatisanlah," ucap dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA