Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

Monday, 15 Ramadhan 1440 / 20 May 2019

BPN Prabowo-Sandi Ingin Perkecil Selisih Suara di Jateng

Sabtu 09 Feb 2019 11:44 WIB

Red: Ratna Puspita

Suhud Aliyudin

Suhud Aliyudin

Foto: ANTARA FOTO
Jawa Tengah merupakan pusat daya tarik suara atau center of gravity Joko Widodo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga, Suhud Aliyudin, mengakui Jawa Tengah merupakan pusat daya tarik suara atau center of gravity Joko Widodo. Karena itu, BPN akan memperkecil selisih suara di wilayah tersebut atau kalau memungkinkan unggul sehingga mayoritas suara dikuasai.

"Jika kami bisa perkecil selisih dan jika  mungkin unggul, maka insya Allah selisih kemenangan pasangan Prabowo-Sandi akan semakin besar," kata Suhud di Jakarta, Jumat (8/2).

Pernyataannya itu terkait langkah BPN Prabowo-Sandi yang menggelar rapat koordinasi di Solo pada Jumat kemarin. Dia mengatakan BPN sengaja memilih Solo sebagai tempat rapat koordinasi karena bertujuan untuk memperkuat pemenangan di wilayah Jawa Tengah

Menurut dia, potensi suara di Jateng tetap besar. Setidaknya memperkecil jarak di daerah tersebut sehingga selisih kemenangan suara secara keseluruhan di akhir Pilpres akan besar.

Politikus PKS itu menilai setelah proses kampanye yang dilakukan Prabowo-Sandi, saat ini selisih elektabilitas dengan Jokowi-Ma'ruf semakin kecil. "Kami yakin dalam masa debat capres dan kampanye terbuka akan mengubah selisih elektabilitas sehingga kami yang unggul saat pencoblosan," ujarnya.

photo

Calon Wakil Presiden no urut 02 Sandiaga Uno (kedua kanan), Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Djoko Santoso (kedua kiri) dan Mantan Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo (kanan) mengikuti rapat konsolidasi pemenangan di Hotel Lor In Solo, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (8/2/2019). (ANTARA)

Suhud menjelaskan berdasarkan data internal BPN Prabowo-Sandi, kecenderungan elektabilitas Jokowi "mentok" di bawah 50 persen. BPN memperkirakan tampak sulit elektabilitas Jokowi-Ma'ruf untuk bisa naik lagi. 

Karena itu menurut dia, persoalan BPN Prabowo-Sandi saat ini adalah bagaimana meyakinkan suara mengambang atau swing voters agar jarak selisih kemenangan pasangan Prabowo-Sandi dengan pejawat menjadi besar. Dengan demikian, tidak perlu ada sengketa hasil pemilu.

Sebelumnya, BPN Prabowo-Sandi menggelar rapat konsolidasi di Solo yang dipimpin langsung Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso, pada Jumat (8/2). Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono, mengatakan, rapat yang digelar tertutup ini adalah lanjutan dari rapat-rapat yang sebelumnya digelar di Jakarta untuk terus membahas langkah-langkah memenangkan pasangan capres dan cawapres nomor urut 02.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu menambahkan awalnya rapat akan digelar di Posko BPN Prabowo-Sandi Solo namun karena peserta rapat BPN jumlahnya melebihi kapasitas posko, rapat digelar di Hotel Lor-In Solo. 

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA