Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Wednesday, 15 Jumadil Akhir 1440 / 20 February 2019

Kiai Ma'ruf Bersyukur Bank Daerah Beralih ke Syariah

Jumat 08 Feb 2019 19:29 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil

KH Ma'ruf Amin saat memberikan tausiyah di hadapan jamaah tarekat di Payakumbuh, Sumatra Barat, Kamis (7/2).

KH Ma'ruf Amin saat memberikan tausiyah di hadapan jamaah tarekat di Payakumbuh, Sumatra Barat, Kamis (7/2).

Foto: Dok TKN
Kiai Ma'ruf menaruh perhatian pada masalah ekonomi syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma'ruf Amin menghadiri acara bedah buku "The Ma'ruf Amin Way: Keadilan, Keumatan, Kedaulatan" di Padang, Sumatera Barat, Jumat (8/2). Dalam acara ini, Kiai Ma'ruf bersyukur karena saat ini sudah banyak bank-bank daerah yang sudah mengonversi dari sistem konvensial ke sistem syariah. 

"Saya dengar juga Bank Nagari Sumbar akan menjadi syariah," ujar Kiai Ma'ruf saat menjadi pembicara utama dalam bedah buku tersebut, Jumat (8/2).

Kiai Ma'ruf mengatakan bahwa dirinya memang bukanlah ahli ekonomi, tapi dirinya memiliki perhatian khusus terhadap masalah-masalah ekonomi. Hal ini berangkat dari keinginan Kiai Ma'ruf untuk menjaga umat agar tidak keliru dalam bermuamalah.

"Saya kiai, ahlinya syariah. Tapi, memang saya punya perhatian khusus terhadap masalah ekonomi," ucap Kiai Ma'ruf 

Menurut Kiai Ma'ruf, dalam perkembangannya sistem ekonomi syariah sudah berjalan di negeri ini, seperti halnya bank syariah, asuransi, pasar modal, hingga Sukuk atau obligasi syariah. Bahkan soal Sukuk ini kita menjadi yang mengeluarkan produk Sukuk terbesar di dunia. Sudah menyumbangkan untuk APBN kurang lebih Rp 900 triliun," kata ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Selain ekonomi syariah, Kiai Ma'ruf juga terus mendorong pengembangan sistem halal di Indonesia. Dia mengatakan sekarang sudah ada Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH). "Semula halal ini bersifat sukarela (volunteer), tapi setelah keluarnya UU itu, maka sistem halal di Indonesia bukan lagi sukarela tapi wajib (mandatory)," ujar Kiai Ma'ruf. 

 Saat ini, tambah Kiai Ma'ruf, industri halal harus terus dikembangkan, baik untuk kepentingan pasar dalam negeri maupun yang berorientasi ekspor. Karena, menurut dia, produk halal yang awalnya untuk menjaga umat sekarang sudah menjadi bisnis global.

"Kita akan mengembangkan kawasan industri halal, dan membangun halal port sehingga tidak terkontaminasi nonhalal," jelasnya. 

Dalam acara ini, Kiai Ma'ruf mjuga emberikan secara simbolis buku "The Ma'ruf Amin Way" kepada sejumlah tokoh di Padang, serta mengalungkan sorban kepada para tokoh tersebut, yang di antaranya putri Proklamator RI Bung Hatta Gemala Hatta, dan Ketua Tim Kampanye Daerah Jokowi-Kiai Ma'ruf yang juga Ketua DPRD Sumbar, Hendra Irwan Rahim. 

Berikutnya mantan Wamendikbud yang juga Rektor Universitas Baiturahmah Musliar Kasim, tokoh pers Sumbar Khairul Jasmi, Rektor Universitas Andalas Tafdil Husni. Kemudian, Wakil Rektor Universitas Bung Hatta, Diana Kartika, Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Shofwan Kharim, Wakil Rektor UIN Imam Bonjol Ikwan Matondang, Ketua Gebu Minang Sumbar Boy Lestari Dt Palindih, Direktur Bank Nagari Dedi Ihsan, Sekda Sumbar Alwis, Rektor Universitas Muhammadiyah Sumbar Riki Rinaldi, Kakanwil Kemenag Sumbar Hendri. 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES