Minggu, 17 Zulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019

Minggu, 17 Zulhijjah 1440 / 18 Agustus 2019

Hasto: Lebih Baik Beli Sabun Rakyat daripada Kuda Impor

Sabtu 26 Jan 2019 05:13 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andri Saubani

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Hasto menilai agak aneh bila pembelian sabun oleh Jokowi dipersoalkan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sekretaris Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (TKN KIK) Hasto Kristiyanto angkat bicara mengenai polemik pembelian sabun senilai Rp 2 miliar oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hasto menilai agak aneh bila pembelian sabun itu dipersoalkan.

Hasto mengatakan, pembelian sabun oleh Jokowi dilakukan guna memotivasi rakyat agar semakin giat berproduksi. Dia melanjutkan, sabun yang dibeli memang digunakan oleh seluruh jajaran TKN Jokowi-Ma'ruf dan dikembalikan kepada rakyat.

"Mungkin berbeda dengan yang di sana (Prabowo-Sandi) yang tak pernah memakai sabun rakyat. Boleh dicek di kamar mandinya Pak Prabowo, sabunnya dari mana," kata Hasto di sela-sela safari kebangsaan keenak di Surabaya, Jumat (25/1).

Lebih lanjut, dia menilai, seharusnya pemimpin yang mendorong rakyatnya untuk berproduksi seharusnya jangan dikritik. Kendati, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) hendak menyelidiki dugaan pelanggaran aturan terhadap pembelian sabun produksi rakyat seharga Rp 2 miliar tersebut.

"Itu sah saja, tapi diingat bahwa yang dibeli sabun ya, bukan kuda. Beli sabun lebih baik daripada beli kuda impor," kata Hasto lagi.

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat mengatakan, apabila kubu Prabowo-Sandi peduli usaha kecil seharusnya tak mempermasalahkan pembelian sabun itu. Menurut Djarot, kritik yang dilakukan oposisi mengindikasikan jika mereka tidak perduli

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyampaikan uang yang digunakan Jokowi untuk memborong 100 ribu sabun cuci piring dan pakaian merupakan dana dari TKN. Dana tersebut digunakan Jokowi untuk memesan sabun kepada seorang produsen di sebuah pameran, saat berkunjung ke Garut, Jawa Barat pada Sabtu (19/1).

Menurut Pramono, Jokowi memborong seratus ribu sabun untuk mengangkat produksi UMKM. Nantinya, TKN yang akan bertanggungjawab mengelola sabun tersebut untuk dibagikan kepada masyarakat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA