Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Thursday, 15 Zulqaidah 1440 / 18 July 2019

Kecuali OSO, Ratusan Pengurus Partai Mundur demi Nyalon DPD

Rabu 23 Jan 2019 15:39 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Ratna Puspita

Ketua KPU, Arief Budiman (kiri), Anggota KPU, Ilham Saputra (tengah) Perwakilan Mufakat Budaya Indonesia, Radhar Panca Dahana (kanan)  berdiskusi saat mengunjungi  kantor KPU, Jakarta, Selasa (4/12).

Ketua KPU, Arief Budiman (kiri), Anggota KPU, Ilham Saputra (tengah) Perwakilan Mufakat Budaya Indonesia, Radhar Panca Dahana (kanan) berdiskusi saat mengunjungi kantor KPU, Jakarta, Selasa (4/12).

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Dari 204 orang pengurus parpol yang daftar calon DPD, hanya OSO yang tidak mundur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Ilham Saputra, mengatakan, ada 203 orang pengurus parpol yang sudah mengundurkan diri dari jabatannya karena mengikuti pemilihan calon anggota DPD. Hanya satu orang saja, yakni Oesman Sapta Odang (OSO) yang tidak tidak mau mundur dari dari kepengurusan Partai Hanura. 

Ilham mengatakan, ada 204 orang pengurus parpol yang tercatat mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPD. "Kami mencatat ada 203 calon anggota DPD yang mengundurkan diri dari (kepengurusan) parpol. Jadi, 203 itu dari berbagai parpol. Detailnya harus saya lihat dulu, tapi prinsipnya jumlahnya ada 203 orang," kata Ilham kepada wartawan di Kantor DKPP, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (23/1). 

Ilham juga menegaskan, jika 203 orang pengurus parpol yang sudah mundur itu tidak ada yang memprotes peraturan KPU yang melarang pengurus parpol menjadi calon anggota DPD. Setelah mundur pun, kata dia, mereka semua sudah masuk ke daftar calon tetap (DCT) calon anggota DPD Pemilu 2019.

Ilham memastikan, polemik kasus pencalonan OSO tidak memengaruhi kondisi 203 calon itu. "Saya kira tidak berpengaruh. Prinsipnya mereka sudah kampanye, sudah menerima putusan kami, dan sudah kami masukkan ke dalam DCT," tutur Ilham. 

Sementara itu, KPU telah menegaskan, OSO tidak bisa masuk ke dalam DCT Pemilu 2019. Sebab, surat pengunduran diri sebagai pengurus parpol tidak kunjung diberikan oleh Ketua Umum Partai Hanura itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA