Kamis, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 Februari 2019

Kamis, 16 Jumadil Akhir 1440 / 21 Februari 2019

Debat Capres Diharapkan Mampu Turunkan Angka Golput

Kamis 17 Jan 2019 11:00 WIB

Red: Bayu Hermawan

Debat capres-cawapres (Ilustrasi)

Debat capres-cawapres (Ilustrasi)

Foto: Dok Republika.co.id
Debat diharapkan membahas program para kandidat jika memimpin Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Debat calon presiden (capres) yang akan digelar dalam beberapa putaran diharapkan mampu menurunkan angka golput atau masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya di Pilpres 2019. Untuk itu, debat capres-cawapres diharapkan membahas dan menawarkan program pada kandidat untuk lima tahun kedepan, bukan membahas masalah empat tahun ke belakang.

Ketua Umum Generasi Muda Mathla'ul Anwar (Gema MA) Ahmad Nawawi mengatakan, ajang debat capres diharapkan dapat memberikan suguhan berkualitas dengan ide dan gagasan konstruktif bukan destruktif apalagi provokatif. "Maka dengan menonton acara ini diharapkan masyarakat yang tadinya golput bisa menentukan pilihannya sehingga angka golput bisa turun," katanya, Kamis (17/1).

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam kehidupan berdemokrasi sangat penting untuk menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, ajang debat capres diharapkan mampu menjabarkan program kerja 5 tahun ke depan bukan sekadar membahas 4 tahun atau 8 tahun ke belakang.

"Ekspektasi dari debat ini diharapkan dapat memberikan pencerahan dan harapan bagi masyarakat terutama bagi yang belum menentukan pilihannya," ujarnya.

Ia menambahkan, idealnya debat kandidat capres menjadi momentum bagi rakyat untuk semakin cerdas memilih pemimpin berdasarkan visi, misi, dan program yang ditawarkan bukan dari sekadar ikatan emosional berbasis identitas. "Untuk itu rakyat bisa juga melakukan skoring untuk menilai pasangan mana yang terbaik berdasarkan indikator-indikator yang ditetapkan terlebih dahulu," katanya lagi.

Ia mencontohkan beberapa indikator yang bisa ditetapkan misalnya bahwa capres/cawapres mampu menjawab pertanyaan secara tepat sasaran, menjawab pertanyaan spesifik berbasis data, mengangkat kebijakan yang telah dan akan dilakukan tanpa menyerang lawan, mengajukan program realistis dengan parameter yang jelas, menceritakan pengalaman melakukan terobosan ketika menjabat di berbagai level hirarki kepemimpinan.

Selain itu juga indikator lain memiliki jawaban yang konsisten, tetap menghormati lawan meskipun tidak sependapat, jujur, percaya diri, dan tenang, spirit yang disampaikan pesimis atau optimis, dan value apa yang diyakini dan disampaikan pada setiap tema. Nawawi mengatakan, rakyat bisa berlatih membandingkan penampilan kedua pasang calon sekaligus mencoba menjawab pertanyaan tersebut sendiri sehingga dapat juga menilai sejauh mana jawaban mereka dengan harapan.

"Dengan melakukan skoring, rakyat bisa dengan obyektif memilih pemimpin yang dapat membawa Indonesia yang lebih maju," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA