Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Ditanya Kesiapan Debat Capres, Jokowi: Mantul

Rabu 16 Jan 2019 22:23 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Bayu Hermawan

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Jokowi melakukan diskusi bersama TKN dan pakar jelang debat capres.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Joko Widod0 mengaku optimistis menghadapi debat perdana dalam rangka pemilihan presiden 2019 yang digelar Kamis (17/1) besok. Usai bertemu dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) dan tim pakar di Ballroom Djakarta Theatre pada Rabu (16/1) malam, Jokowi menyebutkan bahwa ia baru saja melakukan diskusi untuk memantapkan dan mengevaluasi materi yang akan diperdebatkan esok hari.

"Ya ini apa persiapan, pemantapan dan evaluasi terutama untuk materi-materi. Namanya pemantapan ya mantap lah. Mantul, mantul," kata Jokowi.

Pertemuan yang digelar jelang debat capres-cawapres ini juga melibatkan tim pakar seperti Yusril Ihza Mahendra sebagai pakar hukum dan Tina Talisa dan Riza Primadi sebagai pakar komunikasi. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf sebelumnya menolak bila pertemuan malam ini disebut sebagai 'latihan debat'. Alih-alih menggunakan istilah itu, TKN memilih menyebut pertemuan malam ini sebagai diskusi final sebelum debat perdana besok.

"Jadi saya lawyer penasihat hukum beliau malam ini dilibatkan untuk mengadakan pertemuan pemantapan persiapan untuk debat capres besok khusus membahas tentang masalah hukum, HAM, terorisme, dan korupsi," jelas Yusril usai mendampingi Jokowi.

Kedua kandidat, Jokowi dan Ma'ruf, tiba di Ballroom Djakarta Theatre sekitar pukul 19.00 WIB untuk menghadiri diskusi final sebelum debat perdana besok. Meski begitu Jokowi menolak memberikan keterangan kepada media mengenai kesiapannya dalam menghadapi debat besok.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir menyebutkan, baik Jokowi dan Kiai Ma'ruf sebetulnya sama-sama siap dalam menghadapi debat esok hari. Jokowi, lanjutnya, dianggap memiliki pengalaman yang lebih dari cukup dalam menghadapi kontestasi politik seperti saat ini, terlebih dia memiliki pengalaman sebagai Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, dan Presiden RI sejak 2014. Sementara itu, Ma'ruf yang terbiasa memberikan ceramah dan kuliah agaman di pondok pesantren dianggap punya mentalitas yang bagus dalam terlibat diskusi.

"Hanya saja, debat ini kan ada aturannya, ada menitannya. Ini yang perlu dibiasakan, termasuk oleh Kiai Ma'uf," ujar Erick.

Erick mengungkapkan, hingga saat ini Kiai Ma'ruf sudah menjalani tiga kali latihan debat. Sedangkan Jokowi tidak menjalani latihan secara formal. Selain karena kesibukan yang padat sebagai Presiden, Erick menyebut bahwa Jokowi memiliki tim yang sudah lama mendampingi sejak 2014.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA