Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Wednesday, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

'Pilpres Pertandingan Berat'

Rabu 16 Jan 2019 19:31 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Karta Raharja Ucu

Hariman Siregar

Hariman Siregar

Foto: Antara/M Agung Rajasa
Pilpres merupakan pertarungan besar dalam kancah demokrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Aktivis Hariman Siregar optimistis pilpres 2019 bakal melahirkan pemimpin yang nantinya membawa Indonesia ke arah lebih baik. Ia menekankan pilpres merupakan pertarungan besar dalam kancah demokrasi. Bahkan menurutnya, pileg yang hadir bersamaan dengan pilpres malah tak akan banyak digubris.

"Pilpres pertandingan berat. Tergantung orang-orang apakah mau menang atau kalah, bisa terima atau tidak," ujar Hariman saat berpidato di peringatan 45 tahun Malapetaka Lima Belas Januari (Malari) di Taman Ismail Marzuki (TIM), Selasa (15/1) malam.

Kegiatan itu digelar Indonesian democracy monitor (INDEMO). "(Pilpres) Buka identitas baru sebagai bangsa Indonesia biar jadi besar di Asia Tenggara," ucap Direktur INDEMO itu.

Hariman menyayangkan ada pihak yang belum paham demokrasi secara keseluruhan. Pihak tersebut, kata dia, berpotensi merusak demokrasi bila gagal mendapat kemenangan.

"Perlu orang yang ngerti dan paham hakikat demokrasi. Kemiskinan buat kita enggak bisa berdemokrasi. Ngerti kalau kalah ya kalah, dukung yang menang. Itu yang paham demokrasi," kata Hariman.

Hariman mengingatkan agar rakyat Indonesia memahami demokrasi. Dengan begitu kemajuan lewat proses demokrasi akan datang.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA