Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Kata BPN Soal Pidato Prabowo yang Dinilai Nihil Solusi

Rabu 16 Jan 2019 19:18 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Ratna Puspita

Suhud Aliyudin

Suhud Aliyudin

Foto: ANTARA FOTO
Indonesia tidak kekurangan orang cerdas untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Suhud Aliyudin menanggapi soal anggapan tidak ada hal baru dan nihil solusi konkret dalam pidato Prabowo Senin (14/1) kemarin. Menurutnya, Indonesia tidak kekurangan orang cerdas untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa.

"Kami kira saat ini Indonesia tidak kekurangan orang cerdas untuk atasi persoalan bangsa di sejumlah sektor. Namun, yang belum ada adalah sosok pemimpin yang mampu menghimpun dan mendorong potensi besar menjadi kekuatan solusi permasalahan bangsa," ujar dia kepada Republika.co.id, Rabu (16/1).

Baca Juga

Dalam pidato di agenda penyampaian visi-misi Senin (14/1) lalu, Suhud mengatakan Prabowo memaparkan hal-hal mendasar kehidupan berbangsa yang belum mampu diwujudkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Potensi besar yang dimiliki Tanah Air dan bangsa Indonesia tak mampu dikompensasi menjadi kesejahteraan rakyat. 

"Sehingga terjadi paradoks. Salah satu faktor utama tentu terkait kualitas kepemimpinan. Dan melalui pidatonya, Prabowo menyiratkan pesan dengan visi besar dan ketulusannya siap memimpin Indonesia menjadi bangsa pemenang," jelasnya.

Sebelumnya, pidato Prabowo mendapat kritikan dari kubu Jokowi. Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai pidato kebangsaan calon Prabowo Subianto seperti seorang orator, impresif dan berapi-api.

Namun, Ace menyayangkan pidato Prabowo tidak menawarkan solusi "Sayang, tidak menyampaikan apa solusinya, dari pembukaan kan menyampaikan seakan-akan Indonesia, ada dalam sebuah krisis, ada masalah serius terkait bangsa ini, sampai ada orang yang bunuh diri dan sebagainya," ujarnya.

Menurutnya, dalam pidato tersebut Prabowo terlalu mendramatisasi situasi Indonesia saat ini. Politikus Partai Golkar ini menilai, komunikasi politik yang dibangun pihak Prabowo seakan-akan 'crisis is our brand'.

"Sesungguhnya tidak seperti yang disampaikan oleh Pak prabowo. Dia ingin menampilkan dialah sebagai penyelamatnya, padahal sesungguhnya apa yang disampaikan Prabowo tak ada sesuatu yang baru," ungkapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA