Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Friday, 14 Sya'ban 1440 / 19 April 2019

Jokowi: Saya Butuh 1,5 Tahun untuk Belajar Pimpin Kota Solo

Sabtu 12 Jan 2019 20:26 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Teguh Firmansyah

Capres petahana nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan sambutan saat Deklarasi Dukungan untuk pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Maruf Amin di Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Capres petahana nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan sambutan saat Deklarasi Dukungan untuk pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Maruf Amin di Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu (12/1/2019).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Pemimpin negara perlu membedakan antara pengelolaan bisnis dan birokrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Presiden (Capres) nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan pentingnya memiliki pengalaman untuk memimpin negara. Jokowi mencontohkan perlu 1,5 tahun untuk belajar memimpin Kota Solo.

Jokowi mengatakan, ada perbedaan mengelola bisnis dan pemerintah. Jokowi merasa kaget di masa awal memimpin Kota Solo. Namun ia optimis segala pengalamannya saat memimpin bisa membantunya dalam mengelola negara.

"Karena saya ada basic pengalaman di kota dan provinsi. Itu penting pengalaman dalam pemerintahan. Di satu kota aja perlu 1 tahun. Apalagi kelola negara butuh berapa tahun?," katanya dalam sambutan di kegiatan Deklarasi dukungan Alumni UI di Kompleks GBK, Sabtu (12/1).

Baca juga, Jokowi: Memimpin Indonesia Itu Butuh Pengalaman.

Ia menilai pemimpin negara perlu membedakan antara pengelolaan bisnis dan birokrasi. Sebab keduanya tak bisa disatukan. "Beda kelola bisnis dan pemerintah. Alhamdulilah saya ada pengalaman itu (keduanya). Jadi bantu saya tempuh jenjang lain," ujarnya.

Jokowi mengklaim kemenangannya pada periode kedua sebagai Wali Kota Solo mudah karena mampu menunjukan kinerja di periode pertama. Pada Pilwalkot Solo 2005 kemenangannya hanya tipis, baru pada Pilwakot berikutnya menang telak.

"Saya tanpa kampanye, keluar uang masuk ke ke periode kedua dapat 91 persen. Periode pertama 37 persen," sebutnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA